Social Icons

Pages

Cara Dasar Penguasaan Ilmu Ghaib

RUMUS DASAR PENGUASAAN ILMU

Kesemua ini berdasarkan pengalaman saya selama belajar dengan mas Halilintar di Bandung selaku masih keturunan langsung dari para wali yang sanad keluarganya sampai ke rosulullah dari sayidina Husein, namun bila memang ada kesulitan anda bisa menghubungi ke alamat email beliau…semua yang saya share telah berdasarkan ijin dan ijazah beliau. Berikut bagian terkecil teknik penguasaannya
1. Ruang (lokasi), arah dan Waktu:Berfungsi untuk mengetahui jam baik/buruk dan lokasi dimana potensi energy yang akan muncul dan portal dimensi antara kita dengan malaikat&khodam malaikat/jin penjaga asma,hirz,saefi,hari, bulan, tahun, rizalul ghaib, penjaga & penyampai doa dari lapisan langit dan bumi
2. Hisab Nama Pribadi, Do’a, Asma, Hirz,saefi, Azimah:Berfungsi untuk mengakses energy
3. Kekuatan nama Malaikat/Khodam Asma, Hirz, Do’a, Saefi: berfungsi untuk membuka potensi kekuatan terpendam dari setiap planet dan memanggil ruhaniyyah-nya..
4. Nama Bintang & malaikat/khodam planet/bintang: berfungsi untuk mengakses energy dan cahaya dari planet yang bersangkutaan. biasanya dipakai untuk mengisi atau memperkuat Hirz, Asma, Saefi,azimah Asma, do’a Perintah: berfungsi untuk memaksa khodam penjaga untuk mematuhi dan mengikuti apa yang diperintahkan..
5. Asma, doa Penghancur: berfungsi untuk menghukum setiap makhluk yang mengganggu proses ritual atau khodam penjaga yang tidak patuh dll.. karena pada umumnya prosesi ritual biasanya tidak akan lancar-lancar saja… ada saja gangguan baik fisik (lintasan hati/dengan kata lain menghayal) maupun metafisik oleh karenanya diperlukan persiapan yang matang sebelum memulai ritual dengan membentuk sebuah lingkaran energy yang kuat dan rumit menjadi suatu yang sangat wajib bagi mereka yang akan melakukan ritual dengan hirz, asma, Saefi
6. Tekhnik Nafas & Simpul nadi syaraf: Berfungsi memudahkan penyaluran kekuatan doa, Hirz/Hijib,Asma,Saefi ke 365 simpul nadi syaraf dan simpul sekunder dan simpul utama sehingga akses dan pola energy terfokus baik di internal & external tubuh.sehingga dapat digunakan kapan saja baik di 2-3 dimensi maupun diluar dimensi yang diluar jangkauan akal.
RUMUS ARAH
Didasari oleh arah Rijalul Ghaib bermanfaat khususnya Ilmu Hikmah dan juga membuat intuisi pengamalnya semakin kuat..manuscript kuno ini dikutip kembali oleh Imam Ahmad bin Ali Al-Buni dalam kitab mistik kuno yang berjudul Manba Ushul Al-Hikmah-nya menjelaskan tentang rijalul ghaib ini sebagai berikut:
“Ketahuilah, bahwa Allah Yang Maha Agung dan Maha Luhur dengan kemurahannya yang besar terhadap manusia, Ia menciptakan ruh-ruh berkarakter malaikat yang berkeliling diseluruh penjuru bumi. Para ruh tersebut membahagiakan orang-orang yang memiliki hajat dengan membantu menunaikan hajat-hajat mereka dan membantu mencapai keinginan-keinginan mereka. Maka barangsiapa yang bertepatan waktu hajatnya dengan arah dimana para rijalul ghaib itu berada dan berdoa kepada Allah pada saat itu juga, para rijalul ghaib itu akan mengamini doanya tersebut maka akan terkabulkan hajatnya serta tercapai apa yang ia minta”.
Para Rijalul Ghaib merupakan hamba-hamba Allah yang shaleh yang banyak diberi pengetahuan hal yang ghaib oleh Allah SWT. Mereka bertebaran dimuka bumi dab disamarkan oleh Allah dari kebanyakan makhluqnya, dan karena keshalehannya doanya diijabah Allah.
Hujjah para syaikh didasari hadits yang diriwayatkan oleh Abu Ya`la, Ibnu al-Sunni, and At-Thabrani dalam al-Mu`jam al-Kabir bahwasanya Rasulullah bersabda:”Apabila seorang daripada kamu kehilangan sesuatu atau memerlukan pertolongan sedangkan dia berada di suatu tempat yang tiada orang dapat menolongnya, maka hendaklah dia berseru: “Wahai hamba-hamba Allah, tolonglah aku..!! (yaa ‘ibaadallaah aghiitsuunii)” sesungguhnya bagi Allah itu ialah hamba-hamba yang kita tidak nampak.”
Olehkarenanya banyak orang yang bertawassul kepada mereka agar Allah mengijabah doa mereka dengan keramat para Rijalul Ghaib tadi..Kemudian diperkuat oleh Ali dengan Sanadnya Rosulullah Mengajarkan kepada para sahabat, Auliya, dan Turunannya dari Hasan serta Husein, sampai Syeikh Abdul Qadir Al-Jilani mengajarkan bacaan salam kepada mereka ( diaplikasikan sambil menghadap ke arah mereka berada sesuai yang diajarkan Imam Ahmad bin Ali AlBuni) sebagai berikut:
Berikut SALAM KEPADA RIJALUL GHAIB
Assalaamu’alaykum Yaa Rijaalul Ghaaib,
Assalaamu’alaykum Yaa Ayyuhal Arwahil Muqadassah,
Yaa Nuqobaa..Yaa Nujabaa..Yaa Ruqoba..Yaa Budala..Yaa Awtad Al-ardl..Yaa Awtad Arba’ah..Yaa Imaaman..Yaa Quthb..Yaa Fard..Yaa Umanaa..
Aghiitsunii Bi Ghawtsatin, Wan-zhuruunii Bi Nazhrotin,
War-hamuunii Wa Hash-shiluu Muroodii Wa Maqshuudii, Wa Quumuu ‘Alaa Qodloo-i Hawaa-ijii (Hajatnya) ‘Inda Nabiyyinaa Muhammadin Sallalaahu ‘Alaihi Wa Sallam, Sallamukumullahu Fiddunyaa Wal Aakhirah..
Allahumma Shalli ‘Alal Khidr..
Al-Fatihah
ASMA RIJALUL GHOIB
Dilanjutkan dengan Asma RIJALUL GHOIB (Kunci Pembuka Portal Ghaib dengan Rizalul Ghoib), yang dikutip dari Saefi Asma Hirz Sultonin Bahri wa Baar (Hijib Hijib Pedang Raja Lautan dan Daratan/Rajanya asma, campuran dari bahasa ibroni, suryani dan arab) termaktub/dipopulerkan dengan asma Sunge Raja salah satu versi Baghdad dan oleh para Auliya, Syaikh, Sunan/wali,Ajengan, Kyai di Indonesia dijadikan pola asma sunge raja dengan banyak versi
Berikut ASMA RIJALUL GHOIB
بسم الله الرحمن الرحيم
يا حيو ياقيمو يملكيومدين ِيكنبٔدو وِيكنستعن ياحيى ياقيمو يربى او اوم حو اوم رحن نسرن برنا ايى يرم حنسا اووم انمو مجرنيه ملكه املكه ادبه امحبه ورثا اسمن كفنج ومنك وسك وار اوريا امهو كلم ملك اشمين كسنه بحنه
BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
YA HAYYU YA QOYYUMU YA MALIKI YAUMID DINI IYYAKA NA’BUDU WA IYYAKA NASTA’INU YA HAYYU YA QOYYUMU YA ROBBI AW UM HUWA UM ROHINA NASRIINA BARINA AYII YARUM HANSA AW UM ANMUU MAJRONIYYAH MALIKAH AMLIKAH ADABAH AMHABAH WARITSA ASYMAN KAFANJAN WA MANKA WASYIKI WA ARO URIYAA AMHU KALAMA MULUKA ASYMIINA KASANAH BAHANAH.
TAWASSUL & DOA HADIAH
Dengan Mengumandakan 99 asmaul husna sebanyak 3x dan Doa hadiah yang sanadnya ke rosulullah, sahabat, nabi, malaikat, auliya, orang tua dan pemberi ijazah (Sohibul Ijazah)mas Halilintar, ruh dan jasad Diri sendiri.
DOA QUTB
Ditutup dengan doa Qutb /doa Rijalul Ghaib yang diriwayatkan oleh Syeikh Ahmad Al-Ghazaly (saudara kandung dari Imam Muhammad Al-Ghazaly) yang dikutip dari Rosulullah SAW ke Ali bin Abi Thalib RA, Usman bin Affan, Abu bakar ash-shodiq dan para sahabat dan Auliya Allah lainnya berdasarkan Riwayat sejarah Para Nabi sebelumnya. Do’a ini adalah terjemahan Arabic yang dirubah rosulullah SAW dari bahasa ibroni lama (zaman Musa AS), Do’a ini ini sangat luar biasa baik dan dapat digunakan untuk banyak hajat/khusus
Berikut DOA QUTBH/RIZALUL GHAIB
Allahumma sholli ‘alaa aali sayyidinaa muhammadin wa sallim, robbi adkhilni fii lujjati bahri ahadiyyatika, wa thomthoomi wahdaaniyatika, waqowwini biquwati sathwati qudrotika, hatta akhruja ilaa fadhoo-I sa’ati rohmatika, wa ii wajhi lam’aani barqil qurbi min aatsaari rohmaaniyyatika, marri-an bi haibatika, azzizan bi’inaayatika, mubajjalan, mu’azh-zhoman, mukarroman bitakriimika wa ta’azhiimika,wa albbisni minka khul’al ‘izzi wal qobul wa sahhil lii manaahijal washlati wal wushuul wa tawwijnii bitaajil karomati wal waqoorr wa allif baini wa baina ahibba-ika fi daarid dunya wal daaril qoroor, warzzuqni min nuuris mika haibatan tanqoodu ilayyal quulubul wal arwaahu, wa tahdho’u ladayyan nufuusu sal asybaah, yaa man dzallat lahu riqoobul jabaabiroti, wa khodo’at a’naaqul akaasiroti, laa malja-a illa ilaika walaa I’aanata illa bika, walat tikaala illaa’alaika, idfa’anii kaidal hasidin wa zhulumaatil mu’anidiin wa adkhilnii tahta suroodiqoti ‘arsyika yaa akromal akromiin ayyid zhoohiri lit tahas-shuli ‘alaa maroodhiika, wa nawwir qolbii wa sirii lil ithlaa’I ‘alaa manahiji masaa’iika ilaahi kaifa asdhuru ‘an baabika bihaibatin minka wa qod rodadtanii’alaa tsiqotin minka, wa kaifa tai asunii min’athooika waqod amartanii bi du’aaika wa haa ana muqbilun’alaika multaji-un ilaika, baaid baini wa baina a’daa-ii kamaa baa’adta bainal masyriqi wal maghribi, wakhthuf abshorohum biinuuri qudsika wa tsubuuti ‘izzatika, innaka antal mu’thi bijala-ilin ni’ami birohmatika yaa arhamar roohimin
Allahumma innii as-aluka’ilman naafi’an wa’amalan mutaqobbalan wa rizqon halaalan thoyyiban waasi’an fid dunyaa wal akhiroh
Allahummaj’al badanii khozaanataa arzaqil abdaani wa lisaani khozanaata qulubi ahlil iiman, farzuqni lathoifat tauhiid wa khsoshooishot tamjid, innaka antallahul hamiid, al fa’aalu lima yuriid, birohmatika ya ahamar roohimiin, wa sholallahu ‘alaa sayyidina muhammadin wa ‘alaa aalihi wasohhi wa sallam wal hamdulillaahirobbil’aalamin
ASMA PENGHANCUR DAN PENJAGA
Dilanjutkan dengan Asma Jabarut (Kunci Pembuka Portal Ghaib dengan Malaikat di alam Jabarut), yang dikutip Rosulullah SAW sewaktu isro miraj, saat beliau naik ke ke Langit Ke7 (alam Jabarut), dimana di dinding cahaya langit ke 7 terlihat tulisan asma-asma allah, dan saat beliau bertanya kepada jibril AS, Jibril menjawab bahwa itu adalah nama asma-asma Allah yang sudah tercipta sebelum adanya aku (malaikat), makhluk dan Alam semesta. Berikut adalah bagian yang seringkali para ulama/auliya gunakan sebelum memulai doa/memohon hajat. Dan asma ini sangat panjang sekali (berlembarlembar) berupa campuran bahasa arab, suryani lama, ibroni lama dan sebagian ada dalam mushaf para nabi baik Adam AS, Tsist As, Idris AS, Daniel AS, Nuh AS, Ibrohim AS,Musa As, Daud AS, Isa AS, Muhammad SAW, Asma jabarut ini menjadi dasar asma suryani, Ibroniyah (sudah pernah dishare di kampus wong alus), Asma Barhatihin (nanti saya akan Share sebagai pelengkap/mungkin sudah banyak yang tahu),Saefi Raja Hijib Lautan dan Bumi, dsb. Karena didalam asma ini terdapat pembukaan kunci-kunci pembuka portal dimensi ghaib (alam jin & Malaikat) yang berguna menghilangkan sihir, memisahkan seseorang, dsb.
DOA ASMA JABARUT dibaca 7x:
ALLOHUMMA YA NURU TANAWWARTA BINNURI WANNURU FI NURI NURIKA YA NURU, YA ‘AZIJU TA’AZZAJTA BIL IZZATI WAL IZZATU FI IZZATI IZZATIKA YA A’ZIJU, YA JALILU TAJALLALTA BIL JALALI WALJALALU FI JALALI JALALIKA YAJALILU, YA WAHIDU TAWAHHADTA BIL WAHDANIYYATI WAL WAHDANIYYATU FI WAHDANIYYATI WAHDANIYYATIKA YA WAHIDU, YA FARDU TAFARRODTA BIL FARDANIYYATI WAL FARDANIYYATU FI FARDANIYYATIKA YA FARDU, YA JAMILU TAJAMMALTA BIL JAMALI WALJAMALU FI JAMALI JAMALIKA YA JAMILU, YA A’DZIMU TAA’DZOMTA BIL A’DZOMATI WAL A’DZOMATU FI ADZOMATI ADZOMATIKA YA ADZIMU, YA KABIRU TAKABBARTA BIL KIBRIYAI WAL KIBRIYAU FI KIBRIYAI KIBRIYAIKA YA KABIRU, YA SALAMU TASALLAMTA BI SALAMI WAS SALAMU FI SALAMI SALAMIKA YA SALAMU YA SAMI’U TASAMMA’TA BIS SAM’I WAS SAM’U FI SAM’I SAM’IKA YA SAMI’U YA MUJIBU YA ALLOHU YA AZIJU YA MAN LA ILAHA ILLA HUWA ALAIHI TAWAKKALTU WA ILAIHIL MASIRU YA QUDDUSU AS ALUKA AN TUSOLLIYA ‘ALA SAYYIDINA MUHAMMADIN WA A’LA ALI SAYYIDINA MUHAMMAD WA ANTAGFIROLI DZUNUBI WA TARHAMNI WA TATUBU ‘ALAYYA WA AN TAQDIYA HAJATI WA TAKFINI MUHIMMATI WA TASTAJIBA DA’WATI WA TAQBALA IBADATI BI ROHMATIKA YA ARHAMAR ROHIMIN.
Berikut Doa HIFIZH atau terkenal dengan Hijib Hafizoh, Asy-Syifa (Penyembuh) dan orang yang menguasai hijib ini dengan sempurna bisa menjadikan air hujan setajam baja, seperti Kyai di Tasikmalaya melawan Tank Kompeni dengan membaca do’a ini tank kompeni tersebut rusak berat tertembus peluru anti tank dengan dasar bahannya air hujan.
Kemampuan hijib ini yang telah saya rasakan:
• Membuat air kolam menguap dalam 30 menit,
• Kemudian dicoba dengan menantang tarung dengan preman Peti kemas Tanjung Priok, saya hanya berdiam diri di hajar, ditusuk baik mata, maaf “alat kelamin” oleh alat-alat berat, senjata api, dan tajam namun Alhamdulillah tidak ada satupun senjata yang menembus dan merobek baju.
• Di taman safari Bogor saya turun dari bus parawisata dengan mendekati para singa dan memberi makan kemudian memeluk dan menunggangi mereka sehingga membuat tercenggang kawan-kawan yang berada di bus parawisata.
• Membuat salju sebagian puncak Jayawijaya meleleh karena doa Hifizh ini meningkatkan temperature udara radius 10meter (do’a ini dicoba bersama Mas Halilintar dengan 12 sahabat saya (sekaligus murid saya) sewaktu mendaki Gn.Jayawijaya untuk berkhalwat meningkatkan ilmu hikmah, mengalami halusinasi karena kedinginan yang amat sangat), Berikut cuplikan
DOA HIFIZH (12 ayat penjaga):
1. Surat Al-baqoroh ayat 255 الْعَظِيمُ الْعَلِيُّ وَهُوَ حِفْظُهُمَا ؤُودُهُ يَوَلاَ
2. Surat Al-An’am Ayat 61 حَفَظَةً عَلَيْكُم وَيُرْسِلُ
3. Surat Hud Ayat 57 حَفِيظٌ شَيْءٍ كُلِّ عَلَىَ رَبِّي إِنَّ
4. Surat Yusuf Ayat 64 الرَّاحِمِينَ أَرْحَمُ وَهُوَ حَافِظاً خَيْرٌ فَاللّهُ
5. Surat Ar-Ra’d Ayat 11 اللّهِ أَمْرِ مِنْ يَحْفَظُونَهُ خَلْفِهِ وَمِنْ يَدَيْهِ بَيْنِ مِّن مُعَقِّبَاتٌ لَهُ
6. Surat Al-Hijir Ayat 9 لَحَافِظُونَ لَهُ وَإِنَّا الذِّكْرَ نَزَّلْنَا نَحْنُ إِنَّا
7. Surat Al-Hijir Ayat 17 رَّجِيمٍ شَيْطَانٍ كُلِّ مِن وَحَفِظْنَاهَا
8. Surat Al-Anbiya Ayat 32 مَّحْفُوظاً سَقْفاً السَّمَاء وَجَعَلْنَا
9. Surat As-Soffat ayat 7 مَّارِدٍ شَيْطَانٍ كُلِّ مِّن وَحِفْظاً
10. Surat Fussilat Ayat 12 الْعَلِيمِ الْعَزِيزِ تَقْدِيرُ ذَلِكَ وَحِفْظاً
11. Surat Saba’ Ayat 21 حَفِيظٌ شَيْءٍ كُلِّ عَلَى وَرَبُّكَ
12. Surat Asy-Syuroo’ Ayat 6 بِوَكِيلٍ عَلَيْهِم أَنتَ وَمَا عَلَيْهِمْ حَفِيظٌ
13. Surat Al-Infitor Ayat 10, 11, 12 تَفْعَلُونَ مَا يَعْلَمُونَ كَاتِبِينَ كِرَاماً لَحَافِظِينَ عَلَيْكُمْ وَإِنَّ
14. Surat At-Toriq Ayat 4 حَافِظٌ عَلَيْهَا لَّمَّا نَفْسٍ كُلُّ إِن
15. Surat Al-Buruj Ayat 12-22 الْمَجِيدُ الْعَرْشِ ذُو الْوَدُودُ الْغَفُورُ وَهُوَ وَيُعِيدُ يُبْدِئُ هُوَ إِنَّهُ لَشَدِيدٌ رَبِّكَ بَطْشَ إِنَّ
تَكْذِيبٍ فِي كَفَرُوا الَّذِينَ بَلِ وَثَمُودَ فِرْعَوْنَ الْجُنُودِ حَدِيثُ أَتَاكَ هَلْ يُرِيدُ لِّمَا فَعَّالٌ
مَّحْفُوظٍ لَوْحٍ فِي مَّجِيدٌ قُرْآنٌ هُوَ بَلْ مُّحِيطٌ وَرَائِهِم مِن وَاللَّهُ
Rumus dasar dan sederhana cukup bacakan kalimat diatas dan tiupkan ketongkat besi atau kapur ataupun jari anda, dan buatlah sebuah lingkaran.
Selanjutnya Do’a Ibtidaul ‘Azaim, berfungsi untuk memulai permulaan membaca Qasam, azimah, Do’a, Hirz, Saefi,dsb. Khusunya membuat para Khodam jujur dan ikhlas membantu kita.
BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
A’JAMU ALAIKUM YA MA’SYAROL JAAN BI QOULILLAHI TA’ALA ”
Qul uhiya ilayya annahustama’a nafarum milnal jinni fa qalu inna sami’na qur’anan ’ajab. (al-Jin:1)
WA BIQOWLIHI TA’ALA A’JAMU ALAIKUM AN TAHDURUU ILA HADROTII HADZIHI WA MAQOMII HADZA
In kanat illa saihataw wahidatan fa iza hum jami’ul ladaina muhdarun (Yasin: 53)
KADZALIKA TAHDURUUNA BI QOULIHI TA’ALA
wa iz sarafna ilaika nafaram minal jinni yastami’unal qur’an, fa lamma hadaruhu qalu ansitu, fa lamma qudiya wallau ila qaumihim munzirin (Al-Ahqof:29)
Qalu ya qaumana inna sami’na kitaban unzila mim badi musa musaddiqal lima baina yadaihi yahdi ilal haqqi wa ila tariqim mustaqim (Al-Ahqof:30)
Ya qaumana ajibu da’iyallahi wa aminu bihi yaghr lakum min zunubikum wa yujirkum min ’azabin alim(Al-Ahqof:31)
Wa mal layujib da’iyallahi fa laisa bi mu’jizin fil ardhi wa laisa lahu min dunihi auliya, ulaika fi dalalim mubin (Al-Ahqof:32)
FA AJIBUU WA ATI’UU
Wala takunu kal lazina qalu sami’na wahum la yasma’un (Al-An fal:21)
Inna syarrad dawwabbi’indallahis summul-bukmul lazina la yaqilun (Al-An fal:22)
Walau ’alimallahu fimim khairal la’asma’ahum wa lau asma’ahum latawallauw wa hum muridun (Al-An fal:23)
BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
AJIBUU WA ‘AJJILUU BIL AJNIHATIT TOYYAROTI WAL LUGHOTIL MUKHTALIFATI WAL ASNAFIL ‘AJIBATI INNALLOHA ‘ALA JAM’IHIM IDZA YASYA U QODIRUN AINAT TOYYARUNA FIL HAWA I FIL HAWAI AINAL MUSTAROQUNAS SAM’I MINAS SAMA I AINAL GHOWASUNA TAHTA ATBAQIS TSARO AINAL ITSNANI WA SAB’UUNA QOBILATIN MIN QOBAILIL JINNI AL MA’DZUNATI BIT TO’ATI TAHATAD DAIROTI KHOTAMI SULAIMANA IBNI DAWUUDA ALAIHIMAS SALAM BIHAQQI
Ala ’ifrituhum minal jinni ana atika bihi qabla an taquma min maqamik wa inni ’alaihi laqawiyyun amin (An-Naml: 39)
Qalal lazi indahu ilhum minal kitabi ana atika bihi qabla ay yartad da ilaikatarfuk, falama ra’ahu mustaqiran ’indahu qala haza min fadli rabbi, li yabluwani a asykuru am akfur, waman syakara fa innama yaskuru linafsih, waman kafara fa inna rabbi ghaniyyun karim (An-Naml: 40)
BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
MAN KANA MINKUM MIN ASYBAHI ARWAHIL YAHUDI FAINNI AQSAMTU ALAIKUM BIL ‘UHUDI WA MIMMA KUTIBA FI AYATIS SUURI WA INKUNTUK MIN ASYBAHI ARWAHIN NASORO FA INNI AQSAMTU ALAIKUM BI INZILA ISA WA IN KUNTUM MIN ASYBAHI ARWAHIL MUSLIMINA FA INNI AQSAMTU ALAIKUM BI MUHAMMADIN KHOTAMIN NABIYYINA
Wa husyira li sulaimana junuduhu minal jinni wal insi wat tairi fa hum yuza’un (An-Naml: 17)
Innahu min sulaimana wa innahu bismillahirohmanirrohim (An-Naml: 30)
Alla ta’lu alayya wa’tuni muslimin (An-Naml: 31)
BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
MA DA’AWTUKUM ILLA FI QODOI HAWAIJIL MUSLIMIN BAROKALLOHU FIKUM WA ‘ALIKUM WA JADAKUMULLOHA NURUN ‘ALA NURIN WAL HAMDULILLAHI ROBBIL ‘ALAMINA.
semoga bagian terkecil ini bisa membantu anda dalam mengamalkan suatu ilmu…..yang sesuai dengan sanad rosulullah SAW, sekian terimakasih
http://ajianpeletdanpengasihan.blogspot.com

Menembus Ruang Ghaib Tersuci

RUANG GAIB TERSUCI

Meneruskan laku spiritual hingga tingkat tertinggi tidak boleh meninggalkan syariat. Misalnya, saat saya memeluk agama Islam, untuk mencapai taraf makrifat maka saya tidak boleh meninggalkan syariat sholat lima waktu. Banyak orang berpendapat, bila sudah mencapai taraf spiritual yang tinggi maka diperkenankan untuk meninggalkan syariat yang merupakan “kulit” untuk meraih makrifat atau “isi”. Bagi saya, orang yang demikian berarti belum mampu menghayati dan menyelami hakikat “sangkan paraning dumadi” yang sejati.
Hidup adalah proses belajar. Belajar menghayati semua fenomena hidup sehingga kita akhirnya bisa meminum segarnya menjadi wakil dan utusan Tuhan di bumi.Tubuh fisik kita terbuat dari empat anasir (air, api, udara, tanah) dan panca skanda. Untuk mencapai pencerahan sempurn, kita (orang-orang yang membina diri) menggunakan tubuh fisik (bagian dari diri kita yang semu) untuk menemukan diri kita yang sejati (diri sejati/guru sejati). Kita melahih diri kita terus menerus sehingga sifat diri sejati kita menampakkan diri. Penekanannya adalah kata MEMBINA DIRI.
Makrifat adalah satu momentum. Bukan kondisi yang berlangsung tetap. Meskipun kondisi spiritual kita telah mencapi tahap ini, namun itu tidak berlangsung tetap melainkan terjadi pada saat-saat khusus. Sementara tubuh fisik kita harus terus dilatih untuk mencicipi saat-saat untuk ekstasis itu. Sholat adalah bentuk meditasi (visualisasi) tertinggi dalam Islam. Dengan sholat, diri sejati akan menampakkan diri di hadapan kita dalam bentuk gerakan-gerakan sholat. Maka, sholat sebenarnya adalah bentuk latihan fisik dengan metode “menggunakan jasad fisik yang palsu untuk melatih yang asli.”
Penolakan para spiritualis untuk sholat, karena mereka secara epistemologis salah anggapan. Mereka beranggapan bahwa dunia ini sesungguhnya sesuatu yang riil dan terlepas dari pengamatan kita (realisme mutlak). Padahal dunia adalah berasal dari pikiran (idealisme) sehingga secara filsafati, tidak akan muncul kontroversi apabila kita melakukan syariat dengan benar.
Ya, syariat dengan tetek bengek ritualnya adalah sesuatu yang semu. Begitu juga dengan KEBENARAN sebenarnya adalah sesuatu yang semu. Namun dengan membayangkan bahwa hal tersebut tidak semu, maka benar-benar terjadi bahwa hal tersebut tidak semu. Supaya hal itu menjadi efektif, maka kita harus memiliki KEYAKINAN bahwa sholat, zakat, puasa, pergi haji dan syariat Islam lainnya adalah suatu hal yang bernilai dan nyata. Perlu diketahui bahwa Tuhan sebagai subyek persembahan kita sebenarnya memang menginginkan agar kita menyadari obyektivitas diri kita. Bahwa kita adalah obyek-Nya, merasa “diamati” oleh Sang Maha Subyek, sehingga secara etis dan filosofis adalah sebuah tindakan yang benar bilakita melaksanakan syariat untuk menyampaikan rasa hormat dan ikhlas kita kepada Tuhan.
Maka, dalam konteks itu akan terpetakan dua hal: OBYEK (hamba/kawulo) dan SUBYEK (Tuhan/Gusti./Ingsun). Keduanya memiliki tujuan dan kehendak yang berbeda. Sehingga untuk mencapai MANUNGGALING KAWULO GUSTI, tidak ada cara lain selain harus ada KESEPAKATAN antara subyek dan obyek. Kesepakatan itu bisa terjadi saat sang obyek harus manembah/sujud kepada subyek karena hanya subyeklah semua ini KUN atau terjadi. Obyek ada karena diadakan oleh Subyek. Subyek satu-satunya dasar kenyataan sehingga ketika kita (Obyek) melakukan dan menjalankan syariat, yang terjadi sesungguhnya yang terjadi adalah kita meluluhkan obyektivitas kita untuk bermanunggal menjadi subyek sejati.
Menundukkan kepala, menempelkan wajah di sajadah, menyebut nama Allah dan membayangkan bertemu serta berkomunikasi dengan Allah, semuanya itu agar mempunyai tujuan yang sama yaitu melatih kekuatan kemauan dan pikiran kita.  Bersujud saat sholat dengan menggunakan kekuatan pikiran secara hakiki adalah sebuah kunci pembuka hijab mata kita agar terbuka pada Kehadiran-Nya yang Maha Dekat di dalam ruang gaib yang tersuci di lapisan Cahaya Maha Cahaya.
http://ajianpeletdanpengasihan.blogspot.com

Rapalan Riyadhoh Kalimat Toyyibah


RIYADHOH KALIMAT TOYYIBAH


kwa
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM. ASHADU ANLA ILAHA ILLALLAHU WANDAHU LA SYARIKA LAHU, WA ASYHADU ANNA SAYYIDANA
Dengan nama Allah, yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Aku bersaksi, tidak ada Tuhan selain Allah, yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi, junjungan kami
MUHAMMADAN `ABDUHU WAROSULUH. AMANTU BILLAHI WA MALAIKATIHI WA KUTUBIHI WA RUSULIHI WA BIL YAWMIL AKHIRI WABIL QADARI KHAYRIHI WA SYARRIHI, SHADAQALLAHU WA SHADAQA RASULUH, SHADAQALLAHUWASHADAQA RUSULUH.
Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Aku beriman kepada Allah dan malaikat-Nya; kitab-kitab-Nya; utusan-utusan‑Nya; hari kiamat; dan adanya takdir,baik ataupun jelek.Mahabenar Allah, dan benar pula rasul-Nya.
AMANTU BISY-SYARI’ATI WA SHADDAQ‑TU BISY-SYAFI’AH. WA IN QULTU SYAY-AN KHI‑LAFAL IJMA’I RAJA’TU FANHU WATABARRA’TU MIN KULLI DININ YUKHALIFU DINAL ISLAM.
Aku beriman pada syariat dan aku membenarkan syariat. Apabila aku berkata tentang sesuatu berbeda dengan kesepakatan (ijrnak) ulama, aku segera mencabutnya. Dan aku lepaskan dari setiap agama yang tidak cocok dengan agama Islam.
  ALLOHUMMA INNI UMINU BIMA TA’LAMU ANNAHUL HAQQU INDAKA WA ABRA-U ILAYKA MIMMA TALAMU ANNAHUL HAQQU ‘INDAKA WA ABRA-U ILAYKA MIMMA TALAMU ANNAHUL BATHILU INDAKA FAKHUDZ MINNI JUMALAN WALA TUTHALIBNI FIT-TAF-SHILI.
Ya Allah, sesungguhnya aku beriman kepada sesuatu yang Engkau ketahui bahwa ia adalah benar dari-Mu, dan aku lepas dari-Mu sesuatu yang Engkau ketahui bahwa ia adalah batal menurut-Mu. Maka ambillah dariku keseluruhannya dan janganlah siksa aku dalam keadaan terpisah-pisah.
  ASTAGH-FIRULLOHAL `ADHIM WA ATUBU ILAYHI – 3 X.
Aku mohon ampun kepada Allah, Zat yang Mahaagung, dan aku bertobat kepada-Nya – 3 x
NADAMTU MIN KULLI SYARRIN. ASY-HADU AN LA ILAHA ILLALLAHU WANDAHU LA SYARIKA LAHU WA ASYHADU ANNA SAYYIDANA MUHAMMADAN `ABDUHU WARASULUHU, WA ANNA ABDULLAHI WARASULUHU WABNU AMATIHI.
 Aku menyesal dari setiap perbuatan buruk. Aku bersaksi, tiada Tuhan kecuali Allah, yang Maha Esa,yang tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi, junjungan kami Muhammad adalah hamba dan rasul‑Nya
WAKALIMATUHU ALQAHA ILA MARYAMA WA RAUHUN MINHU. WA ANNAL JANNATA HAQQUN WA ANNAN NARO HAQQUN WA ANNA
Dan sesungguhnya Nabi lsa adalah hamba dan rasul-Nya, dan putra hamba-Nya, dan kalimah-Nya, yang Dia berikan kepada Maryam,dan roh yang berasal  dari-Nya. Dan sesungguhnya surga adalah benar adanya, neraka adalah benar adanya, dan
 KULLA MA AKH-BARA BIHI RASULULLAHI SHALLALLAHU `ALAYHI WASALLAMA HAQQUN. WA ANNA KHAYRAD DUN-YA
 setiap yang dikabarkan Rasulullah SAW adalah benar adanya. Dan sesungguhnya kebaikan dunia
WAL AKHIRATI FII TAQWALLAHI WA THA’ATIHI, WA ANNASY-SYARRAD DUN-YA WAL AKHIRATI FI MA’SHIYATILLAHI
dan akhirat itu terletak pada takwa kepada Allah, dan taat kepada-Nya. Dan sesungguhnya kejelekan dunia dan akhirat terletak pada maksiat kepada Allah
 WAMUKHALAFATIHI. WA ANNAS SA’ATA ATIYATUN LA RAYBA FIHA WA ANNALLAHA YAB’ATSU MAN FIL QUBUR.
dan menentang-Nya, Dan hari kiamat itu pasti datang, tidak diragukan lagi, dan Allah akan membangkitkan mayat di dalarn kubur, juga tidak diragukan lagi.
 ASY-HADU AN LA-ILAHA ILLALLAHU WANDAHU LA SYARIKA LAHU, WA ASY‑HADU ANNA SAYYIDANA MUHAMMADAN RABDUHU WA RASULUHU.
Aku bersaksi, sesungguhnyatidak ada Tuhan kecuali Allah, yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi, junjungan kami Muhammad adalah harnba dan rasul-Nya.
LA ILAHA ILLALLAHU AFNA BIHA ‘UMRI.
LA ILAHA ILLALLAHU AD-KHULU BIHA QABRI.
Tiada Tuhan selain Allah, aku habiskan umurku dengan kalimat tayibah ini.
TiadaTuhan selain Allah, aku masuk ke dalam kuburku bersama kalimat tayibah ini.
LA ILAHA ILLALLAHU AKHLU BIHA WAHDI.
LA ILAHA ILLALLAHU ALQA BIHA RABBI.
Tiada Tuhan selain Allah, aku menyendiri bersama kalimat tayibah ini.
Tiada Tuhan selain Allah, aku bertemu dengan Tuhanku bersama kalimat tayibah ini.
LA ILAHA ILLALLAHU QABLA KULLI SYAY-IN.
LA ILAHA ILLALLAHU BA’DA KULLI SYAY-IN.
TiadaTuhan selain Allah, sebelum berwujud segala sesuatu.
Tiada Tuhan selain Allah, setelah berwujud segala sesuatu.
LA ILAHA ILLALLAHU YABQA RABBUNA WA YAFNA KULLA SYAY-IN.
LA ILAHA ILLALLAHU ASTAGHFIRULLAH,
Tiada Tuhan selain Allah, tuhan yang meliputi wujud segala sesuatu.
Tiada Tuhan selain Allah, aku mohon ampun kepada Allah.
LA ILAHA ILLALLAHU ASTAGHFIRULLAH,
LA ILAHA ILLALLAHU ASTGHFIRULLAH, WA ATUBU ILAYH.
Tiada Tuhan selain Allah, aku mohon ampun kepada Allah.
Tiada Tuhan selain Allah, aku mohon ampun kepada Allah. dan aku bertobat kepada-Nya.
========================================================================================
*DISUSUN OLEH  AHMAD BIN ABU BAKAR  AS  SAKRON
Habib Ahmad lahir di Tarim. Beliau dibesarkan dan dididik oleh ayahnya. Beliau juga seorang yang hafal alquran yang ia pelajari dari Syaikh Muhammad bin Umar Ba’alawi. Melazimkan membaca lafadz sahadat tujuh puluh ribu kali setiap harinya. Selain ayahnya beliau dididik oleh pamannya Syaikh Umar Muhdhar. Dari pamannya beliau belajar ilmu fiqih, tasawuf dan ilmu hakikat. Di samping kepada pamannya Imam Ahmad belajar kepada Sayid Muhammad bin Hasan Jamalullail, Syaikh Said Ba’ubaid, keluarga Baqasyir dan keluarga Baharmi dan kepada saudaranya Syaikh Abdullah Alaydrus.
Beliau mahir dalam ilmu hadits, fiqih dan ushuluddin, rahasia nama-nama Allah, ilmu aufaq dan huruf. Murid-murid beliau di antaranya Abu Bakar al-Adeni , sehingga beliau berkata::Sesungguhnya Syaikh Shahabuddin al-Faqih Ahmad bin Syaikh Abu Bakar Sakron adalah berita gembira yang sempurna dan penghulu manusia yang bersih suci, cinta kepada amal kebajikan”. Murid yang lainnya adalah Husin bin Abdullah Alaydrus, al-Faqih Abdullah bin Abdurahman Balahij, al-Allamah Muhammad bin Abdurahman Bilfaqih. Imam Ahmad bin Abi Bakar wafat di Lisik tahun 869 hijriyah dikuburkan di Zanbal Tarim. Habib Ahmad bin Abu Bakar As-Sakron wafat di Tarim tahun 869 H.
Berikut nasab beliau Habib Ahmad bin Abu Bakar As-Sakron bin Sayyidina Syekh Al-Imam Al-Qutb Abdurrahman As-segaf bin Syekh Muhammad Maula Ad-Dawilayh bin Syekh Ali Shohibud Dark bin Sayyidina Al-Imam Alwi Al-Ghuyur bin Sayyidina Al-Imam Al-Faqih Al-Muqaddam muhammad bin Sayyidina Ali bin Sayyidina Al-Imam Muhammad Shohib Marbat bin Sayyidina Al-Imam Kholi Qosam bin Sayyidina Alwi bin Sayyidina Al-Imam Muhammad Shohib As-Shouma’ah bin Sayyidina Al-Imam Alwi Shohib Saml bin Sayyidina Al-Imam Ubaidillah Shohibul Aradh bin Sayyidina Al-Imam Muhajir Ahmad bin Sayyidina Al-Imam Isa Ar-Rumi bin Sayyidina Al- Imam Muhammad An-Naqib bin Sayyidina Al-Imam Ali Al-Uraydhi bin Sayyidina Al-Imam Ja’far As-Shodiq bin Sayyidina Al-Imam Muhammad Al-Baqir bin Sayyidina Al-Imam Ali Zainal Abidin bin Sayyidina Al-Imam As-Syahid Syababul Jannah Sayyidina Al-Husein. Rodiyallahu ‘Anhum Ajma’in.
 AI-FATIHAH ILA RUHI SAYYIDINA AL-HABIB ‘ALI BIN ABI BAKRI AS-SAKRON WA USHULIHI WAFURU’IHI, ANNALLAHA YU’LI DARAJATIHIM FII JANNAH, WA AN YU’IDA ‘ALAYNA MIM BARAKATIHIM WA ASRARIHIM WA ANWARIHIM WA’ULUMIHIN WANAFAHATIHIM FID-DINI WAD‑DUN-YA WAL AKHIRAH. WA ILA HADH-RATAN NABIYYI SAYYIDINA MUHAMMADAN SHALLALLAHU `ALAYHI WA ALIHI WA‑SALLAMA. AL-FATIHAH.
Al-Fatihah dipersembahkan untuk ruh Al-Habib Ali bin Abi Bakar As‑Sakron, dan nenek moyangnya serta keturunannya. Semoga Allah akan mengangkat derajat mereka di dalam surga, dan akan mengembalikan berkah-berkah mereka kepada kita semua segenap rahasia, cahaya, ilmu, dan bau harumnya di dalam agama, dunia, dan akhirat.Dan juga diperuntukkan kepada junjungan kami Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alayhi wa Alihi wa Sallam. Al-Fatihah.

Riwayat Ajian Kulhu Sungsang

RIWAYAT ILMU KULHU SUNGSANG

Pendapat yang sangat menarik dari Ki Umar Jogja yang menjelaskan latar belakang sejarah lahirnya ilmu Kulhu Sungsang. Agar semakin jelas dan migunani sebagai kawruh, kita tampilkan saja komentar beliau di artikel utama blog. Kepada Ki Umar Jogja, mohon maaf saya telah dahului Anda dengan tanpa ijin langsung menempel di artikel utama di sini. Kita mengucapkan terima kasih atas kesediaan dan kerelaannya memaparkan kepada kita semua. Jadi semakin jelaslah sekarang, blog ini memang bukan milik pribadi tapi milik semua pembaca yang ikut nguri-uri budaya mistik nusantara yang kaya ini. Matur nuwun. (wongalus)
Ajian Kulhu Sungsang merupakan warisan dari Wali Allah yang ketika itu mengalahkan panglima jin dipulau Jawa. Yang keilmuannya diambil dari Ayat 1 Surat Al-Ikhlas, kemudian dilanjutkan dengan doa dalam bahasa Jawa. Jadi Ajian Kulhu Sungsang bisa dikategorikan sebagai hizb, hanya saja formatnya dalam bahasa Jawa.
Alkisah riwayat ilmu Kulhu Sungsang ini lahir ketika jaman wali songo. Saat itu pengaruh hal-hal yang bersifat ghaib sangat kental dikehidupan masyarakat Jawa (kejadiannya tepatnya didaerah Jawa Timur – menurut penelitian saya). Makhluk halus sangat diagung-agungkan, hingga seolah-olah manusia dibawah kendali para JIN. Akhirnya terjadilah berbagai macam bentuk pemujaan yang dilakukan masyarakat kepada makhluk halus, karena begitu takutnya dengan pengaruh ghaib ini.
Kemudian muncullah salah satu tokoh dari Wali Songo. Ada yang meriwayatkan beliau adalah Sunan Ampel, tapi ada juga yang mengkisahkan beliau adalah Sunan Bonang (putra Sunan Ampel). Yang bermaksud menghentikan semua ulah para makhluk halus tersebut. Singkat cerita lalu terjadilah peperangan antara Sunan dengan Panglima JIN yang menguasai tanah Jawa. Dan dimenangkan oleh sang Sunan. Ilmu yg digunakan oleh Sunan adalah berlandaskan ilmu Tauhid (mengesakan Tuhan – Surat Al Ikhlas). Kemudian dibuatlah semacam perjanjian yang intinya adalah bila ada anak turun Sunan yang membaca potongan Qulhu (yang kemudian dikenal sbg macam-macam ajian KULHU) maka para Jin dan kawan-kawannya di tanah Jawa harus segera menghentikan seluruh aktivitasnya mengganggu orang tersebut.
Maka sejak saat itulah ilmu Kulhu Sungsang dikenal sebagai ilmu yg efektif untuk mengusir Jin, khususnya di tanah Jawa ini.
Makna ILMU KULHU SUNGSANG
“Kulhu Sungsang, Rajah Iman, Kudungku malaikat Jibril, Tekenku Nabi Muhammad Rasuulullah Shollallahu ngalaihi wasallam.”
“Kulhu Sungsang” merupakan bacaan niat sebagai penekanan Sugesti diri sebelum membaca keseluruhan ajian Kulhu Sungsang ini. Seperti halnya dalam ajian-ajian lain, misalnya diawali membaca “Sun Amatek Aji…” atau “Niat Ingsun matek ajiku…” dan sejenisnya.
Disini makna dari “kulhu sungsang” adalah ilmu gaib yang mengakibatkan segala bentuk kejahatan magis seperti santet, semakin terhijab (tertutup) dan terjungkir sasarannya dari orang yang hendak dituju. Artinya ilmu Kulhu Sungsang sejatinya bukan untuk mengembalikan santet agar berbalik menghantam kepada orang yang menyantet. Tidak seperti yang telah dipahami masyarakat selama ini. Jika ingin bermaksud mengembalikan santet, maka ada ilmu tersendiri yaitu KULHU BALIK atau lebih dikenal dengan sebutan Aji TanggulBalik.
“Rajah Iman”: Rajah bisa diartikan tulisan-tulisan yang dijadikan sebagai piranti / prasarana / media dalam ilmu-ilmu gaib. Jadi “rajah iman” bermakna: yang dijadikan sebagai piranti gaib dari sang pemilik ilmu Kulhu Sungsang adalah IMAN. Keimanan kepada siapa? Tentunya kepada Gusti Allah SWT. Karena pada hakekatnya “tiada daya dan kekuatan kecuali pada Allah”. Tapi daya dan kekuatan itu telah dijadikan kodrat bagi makhluk-NYA. Dan seperti kita ketahui, makhluk-makhlukNYA (malaikat, jin, manusia, bahkan alam semesta) mewujudkan daya dan kekuatan dari Tuhan itu dalam bentuk yang berbeda-beda.
Daya-daya siapa sajakah yang dihadirkan dalam ilmu Kulhu Sungsang ini? Maka diterangkan dalam rapal mantera berikutnya, dengan bacaan: “kudungku Malaikat Jibril”.
“Kudung” atau bahasa lainnya “kerudung” adalah sesuatu yang digunakan untuk menyelimuti bagian badan (biasanya dipakai dikepala). Disini penggunaan kata “kudung” lebih berarti menyelimuti seluruh badan sang pemilik ilmu Kulhu Sungsang. Jadi bukan menyelimuti sebagian badan atau kepala saja, tapi seluruhnya. Hal ini sesuai dengan budaya bahasa mantera di Jawa. Tengoklah seperti dalam Ajian WEWE PUTIH yang berbunyi: “…kudungono mego mendhong cat tan katon…” Ajian Wewe Putih adalah ajian yang membuat badan pemiliknya jadi samar / tidak kelihatan oleh musuh. Kata “kudungono” dalam rapal mantera itu berarti menyelimuti seluruh tubuh. Tidak hanya kepala saja yang tak kelihatan (menghilang) tapi seluruh tubuhnya. Itu artinya penggunaan kata “kudung” dalam mantera Jawa bermakna menyelimuti seluruh tubuh. Kudung dapat berupa kain, daun, plastik atau jenis benda materi lainnya, tapi juga bisa berupa nonmateri, seperti energi gaib, cahaya, sinar atau aura yang menyelimuti tubuh.
Disini daya malaikat Jibril dihadirkan sebagai “kudung” atau kerudung. Berangkat dari kisah Nabi Muhammad SAW suatu ketika pernah terkena sihir dari Labid bin Al-A’sham dari Bani Zuraiq, sekutu Yahudi. Kemudian malaikat Jibril hadir dan membacakan doa mantera (merukyah) untuk melepas ikatan sihir tersebut. Dan akhirnya Nabi pun selamat dari sihir itu. Jadi seolah-olah Nabi senantiasa mendapat pengawalan gaib dari malaikat Jibril dalam dirinya (tentu dengan ijin Allah SWT).
Dengan menyakini sepenuhnya bahwa daya Malaikat Jibril juga akan menyatu menyelimuti (meng-kerudungi) pembaca ajian KULHU ini, maka diri si pembaca atau pemilik ilmu Kulhu Sungsang ini juga akan terlindungi / selamat dari sihir, santet, tenung dsb, sebagaimana Nabi pernah selamat dari sihir dengan bantuan dari malaikat Jibril.
Kemudian Nabi Muhammad sebagai nabi terakhir dihadirkan sebagai daya “teken” (tongkat). “tekenku Nabi Muhammad… dst” Teken (tongkat) biasanya dipakai oleh orang yang lanjut usia / lemah badannya, untuk menopang badannya agar tidak ambruk demi kelangsungan hidupnya. Teken (tongkat) biasanya juga dipakai oleh para jawara, orang sakti sebagai senjata atau pusaka. Teken (tongkat) biasanya juga dipakai oleh para pejabat / raja (tongkat Komando) sebagai penambah aura kewibawaan / meninggikan derajat atau sebagai anugerah kehormatan dari Pangeran / Raja. Teken (tongkat) biasanya juga dipakai oleh orang buta, sebagai penuntun jalan.
Rapal “Tekenku Nabi Muhammad” bukan berarti Diri badan Nabi dijadikan sebagai tongkat (teken), tetapi ajaran yg dibawa oleh Nabi Muhammad SAW yang dijadikan sebagai tongkat penuntun jalan (pedoman hidup) yang dapat meninggikan dejarat orang yang mengimaninya sebagai salah satu anugerah dari Gusti Pangeran (Tuhan Yang Maha Kuasa) sekaligus sebagai senjata melawan musuh (orang jahat/kafir), untuk menopang kelangsungan hidup. Kemudian rapal mantera ditutup dengan shalawat Nabi, sebagai bentuk rahmat (keselamatan).
Maka seseorang yang didalam jiwanya telah mengerti hakikat sejati dari ilmu Kulhu Sungsang ini, maka tiada lagi ketakutan kepada makhluk halus. Ketika dalam perenungan ritual Patigeni, dalam gelapnya ruangan, terpancarlah NUR (cahaya) gaib yg menyelimuti diri, seperti lentera yang cahayanya menyilaukan, hingga membuat silau mata makhluk halus, santet, tenung dst, akhirnya terjungkirlah (sungsang) tidak mengena sasaran.
Sebenarnya Ajian Kulhu Sungsang ini tidak berdiri sendiri, masih harus dilengkapi dengan 3 ajian Kulhu lainnya. Karena merupakan satu benteng yang saling terkait. Dan mempunyai posisi pada lapisan-lapisan tersendiri yang tidak bisa dibolak-balik. Namun penjabaran dari saya cukupkan sekian saja. Monggo para ahli dan pinisepuh berkenan memberikan pencerahannya.
Mohon maaf kepada para sesepuh dan pinisepuh ahli mantera apabila saya salah dalam menjabarkan. Semata-mata merupakan hasil dari kajian pribadi saya selama pengembaraan ngelmu. Nuwun.
http://ajianpeletdanpengasihan.blogspot.com

Ritual Khusus Penolakan Hujan

RITUAL TOLAK HUJAN

Memindahkan hujan ke satu tempat adalah jasa layanan yang ditawarkan oleh pawang hujan. Mudah memahami cara kerja pawang hujan, yang sulit adalah menakar dengan akal budi, apa tindakan semacam ini bijaksana atau tidak.
pawang
Manusia itu jahat ya??. Dia suka mengeksploitasi alam untuk dipergunakan sesuai dengan kehendaknya, termasuk membengkokkan hukum alam sesuai dengan karep dan bisa jadi tanpa dipikir dan dipertimbangkan masak-masak. Sama seperti kuda yang tanpa akal diminta dan dilatih oleh majikan untuk menyeret cikar. Lha kita ini manusia, masa mau-mau saja diminta untuk menyeret kendaraan tanpa pertimbangan akal dan nalar budi?
Pawang hujan adalah salah satu jenis paranormal yang melayani jasa agar suatu wilayah tidak terjadi hujan. Bisa karena si pemesan jasa ini memiliki hajatan tertentu seperti kampanye, pesta pernikahan, sunatan, ulang tahun dan lain-lain. Ada beragam tarif yang biasanya dipatok oleh pawang hujan. Berkisar antara Rp 1,75 juta hingga Rp 3 juta yang dibayarkan sebelum maupun sesudah hajatan tergantung pada permintaan si pawang.
Yang perlu digaris bawahi bahwa pawang hujan tidaklah menolak datangnya hujan, melainkan hanya memindahkan hujan ke satu tempat yang lain. Persoalannya sekarang, apakah bijaksana kita MEREKAYASA KEHENDAK ALAM untuk mengguyurkan air di sebuah wilayah yang juga berarti membengkok-bengkokkan hukum alam sesuai dengan keinginan manusia?
Mari kita telusuri. Sesungguhnya alam adalah makhluk yang sangat patuh kepada Tuhan. Dia makhluk yang lugu, polos dan tanpa akal untuk merekayasa perintah dari-Nya untuk dipergunakan sesuai dengan kepentingan jangka pendek. Alam tidak memiliki ego atau keakuan seperti manusia dan jin. Alam adalah alam yang hanya mampu untuk bersyukur dan bertasbih, memuji Tuhan siang-malam sampai suatu ketika nanti DIA menggulung pergelaran sangkan paraning dumadi.
ALAM TEGAK ATAS DASAR PRINSIP KEIKHLASAN. Di dalam alam, tidak ada residu atau sampah karena sistem kerja yang salah. Setiap residu akibat peoses kerja alam pasti akan didaur ulang kembali dan menjadi bahan yang bermanfaat bagi keberlangsungan alam selanjutnya. Bakteri-bakteri pengurai siap untuk bekerja dengan ikhlas pula. Justeru karena manusia yang memiliki tata pikir dan tata kerja yang salah, akhirnya membuat keseimbangan alam terganggu. Hotel dan bangunan yang memantulkan cahaya ke atas dibangun, ozon kepanasan dan akhirnya sobek. Asap kendaraan, air conditioning (AC) dan berbagai dzat kimia dilepas ke udara dan akhirnya bumi mengalami pemanasan global. Alam juga sudah memiliki takaran dan jam tertentu untuk mengguyurkan hujan di suatu wilayah.
Kenapa manusia harus merekayasa hujan agar tidak turun di sebuah wilayah demi untuk mensukseskan kehendaknya untuk menyelenggarakan sebuah upacara hajatan? JUSTERU HARUSNYA MANUSIALAH YANG MENYELARASKAN KEINGINANNYA KEPADA JALUR DAN HUKUM ALAM. JUSTERU MANUSIALAH YANG HARUSNYA BELAJAR MENGHARGAI HUKUM ALAM, JUSTERU MANUSIALAH YANG HARUSNYA TAWADUK TERHADAP SAUDARA MAKHLUK TUHAN YANG BERNAMA BUMI INI…. duh sombong dan congkaknya kau, manusia!, sehebat apapun kau, tidak akan pernah kau bisa melahirkan seekor lalat pun!
“Kami mempunyai kemampuan dengan ijin Tuhan untuk memindahkan hujan tersebut yang sekiranya akan menganggu jalannya acara yang akan berlangsung…” Ini iklan salah satu pawang hujan. Kok dengan enak kita menyebut atas ijin Tuhan, hujan bisa dialihkan ke tempat lain? Emangnya Tuhan itu dengan mudah mengijabahi karep dan keinginan satu manusia saja dengan mengabaikan keinginan manusia yang lain?
Belum tentu keinginan seseorang itu sama dengan keinginan orang lain. Contoh, saya ingin agar tidak terjadi hujan, tapi bisa jadi Anda justeru menginginkan hujan. Keinginan manusia berbeda-beda sehingga biarkan alam dengan kearifannya berbicara dengan bahasanya sendiri. Alam lebih arif dari manusia. Alam lebih tua umurnya dari manusia. Jangan gurui alam, namun sebaliknya belajarlah dari alam!
Bila Anda kebetulan akan menyelenggarakan hajatan tertentu, maka lihatlah jadwal alam. Apakah itu saatnya musim hujan atau tidak, bila saatnya musim hujan ada baiknya Anda menyelenggarakan hajatan di dalam gedung saja. Atau bila Anda tidak memiliki dana untuk menyelenggarakan hajatan di dalam gedung, ya ikhlas saja bila sewaktu-waktu terjadi hujan. Tidak usah sakit hati, nelangsa atau gelo bila terjadi hujan. Justeru bila tiba-tiba hujan turun maka yakinlah itu cara alam menyapa hajatan kita, sehingga kita berkewajiban untuk menyapa Makhluk Tua bernama Bumi ini.
Seorang teman seorang pawang hujan menengadahkan wajahnya ke langit. Kaki direnggangkan mulut komat-kamit bermantra. Kedua tangan digerak-gerakkan seperti menyibak awan. Ini ritual pawang hujan untuk menyingkirkan tiap milimeter curah hujan pada luasan puluhan hektar. Jutaan ton air digeserkan ke tempat lain. Ya energi supranatural yang dibutuhkan tentu sangat besar.
Ada yang merasionalisaskan cara kerja pawang hujan sebagai berikut: Doa dan mantra akan menyatukan sebuah energi gaib (energi dari alam, energi dari makhluk halus) dan memancarkan gelombang elektromagnetik ke awan dengan frekuensi tertentu sehingga mampu menggeser mendung. Alhasil, langit yang sebelumnya gelap akan jadi biru lagi. Entahlah,…
Sebelum memiliki kemampuan supranatural sebagai pawang hujan, konon seseorang harus melakukan puasa dan berzikir untuk menjaga dan meningkatkan kemampuannya. Termasuk menghapal dan merapal mantra atau doa-doa untuk mendatangkan atau menolak turunnya hujan. Santri di sebuah pondok diajar doa-doa.
Seorang kyai pernah menjelaskan fenomena mistik hujan sebagai berikut: “uap dari laut yang kena panas matahari akan naik menjadi sinar laki-laki dan uap air dari penguapan dedaunan menjadi sinar perempuan.
Dengan berdoa mengucapkan nama-nama suci Tuhan, akan terbentuk sinar lelaki dan sinar perempuan” Ada beragam teknik ritual, mantra dan doa yang disemburkan pawang hujan. Ada yang menggunakan media bokor berisi kemenyan, garam, lisong, kapur, pinang, dan sirih. Pemesan diminta oleh pawang hujan untuk membuang nasi genggam ke atas genting dan membuang lisong, kemenyan, kembang, dan kapur ke sungai.
Ada juga yang mensyaratkan beberapa kaleng bir untuk minum makhluk halus penggeser awan hujan. Ada pawang yang menggunakan metode zikir. Sang pawang meminta para anggota keluarga yang punya hajat untuk berdoa kepada Allah agar menunda hujan. Salah satu anggota diantaranya harus zikir pada malam hari sebelum hajatan berlangsung. Ada pawang yang minta disediakan beberapa rantang nasi dan sebuah payung hitam.Ada yang membalikkan sapu lidi bekas pakai. Diujung-ujung lidinya ditancapkan bawang merah dan cabai merah.
Ada pula yang cuma minta disediakan berpuluh-puluh batang rokok dari lintingan daun nipah untuk media bertirakat menahan hujan. Sepanjang malam pawang mengelilingi wilayah tertentu sambil mengembus-embuskan asap rokoknya ke langit. Dengan kepulan asap dari linting demi linting yang sudah dimantra-mantrai, pawang menghalau gerakan angin agar hujan deras tidak mengguyur wilayah itu.
Ada pula ilmu pawang hujan yang memiliki ilmu Petak Sayyidina Ali. Caranya menguasainya selama tiga hari puasa mutih dan setiap usai shalat membaca rapalan tertentu. Pada tengah malam, setelah shalat hajat, membaca rapalan sekian ratus kali. Selanjutnya, amalan itu dijadikan wirid rutin.
Ada juga pawang yang menggunakan doa Sabdo Dadi. Doa diwirid pada pagi hari, dan diluar itu mengamalkan zikir rahasia atau sirri. Penggunaannya, jika untuk menyingkirkan hujan, amalan cukup dibaca pada lokasi atau desa yang dimaksud. Sedangkan untuk mendatangkan hujan, amalan dibaca sambil mengitari desa.
Dalam khasanah budaya Jawa setidaknya dikenal dua tradisi ritual tolak hujan. PERTAMA, pawang tidak diperkenankan menyentuh air dan harus puasa ngebleng (tidak makan, minum dan tidur). Sebaliknya, jika yang diminta adalah datangnya hujan, maka yang dilakukan harus banyak kungkum (berendam) di sungai sambil membaca mantranya. Untuk memiliki ilmu ini, sebelumnya harus tirakat sehari semalam pada hari Kamis pada bulan Suro.
Dan mantranya: …Bathara Surya, Surya Kantha, Danyang…(nama desa), Saya minta bantuanmu menyingkirkan hujan, Aku minta sinar Bathara Surya. Sedangkan jika tujuannya untuk meminta turunnya hujan, mantranya dirubah; …Bathara Surya, Surya Kantha, Danyang…(nama desa), Saya minta bantuanmu mendatangkan hujan, Aku minta keringat Bathara Surya. Ketika ada orang datang minta bantuan menyingkirkan atau mendatangkan hujan, mintalah agar membawa rokok.
Selanjutnya, anda berdiri di tengah halaman rumah. Baca mantranya tiga kali, diakhiri dengan menghisap asap rokok. Dan begitu anda menyetujui mempawangi hujan, pada waktu yang ditentukan agar hujang itu menyingkir atau datang. Maka anda harus melakukan pantangan tidak makan, minum dan tidak pula tidur. Itupun masih ditambah menjauhi air (jika menyingkirkan hujan) dan banyak kungkum (jika mendatangkan hujan).
KEDUA, berziarah ke makam leluhur orang yang minta bantuan. Saat berziarah juga melakukanlah ritual ziarah. Membaca doa-doa dan bertawasul, seolah-olah berbicara dengan arwah orang yang sedang diziarahi, “Mbah karena kamu sudah tidak makan nasi dan garam, dan tiap hari kamu makan doa, maka kekuatan batinmu tentu lebih kuat. Karena itu, tolong bantu saya dengan doa, agar apa yang saya inginkan menyingkirkan atau mendatangkan hujan ini, dikabulkan oleh Gusti.”
Pulang dari ziarah,mendatangi ke rumah orang yang minta bantuan itu. Minta sekepal nasi dan garam kasar dan membaca “ Gusti…tidak jadi hujan. Gusti…Gusti…..” Sebaliknya, jika yang dikehendaki orang yang minta bantuan itu datangnya hujan, ucapannya diganti menjadi : “Gusti….., jadi hujan. Gusti…Gusti…Gusti….”
Setelah itu, nasi dan garam kasar itu dibuang di atas genteng. Jika rumahnya terdiri dari dua bangunan, maka tempat yang dipilih adalah atas genteng bagian tengah, dilanjutkan dengan mengucapkan niat yang susunan katanya diciptakan sendiri. Dengan tujuan, mohon diberi kemampuan oleh Tuhan agar hujan yang semestinya turun, untuk sementara disingkirkan ke arah barat desa yang jauh, begitu halnya untuk arah utara, timur, selatan dan barat.
Saat melakukan ilmu ini, tidak perlu puasa. Cukup berpantang tidak makan minum di rumah orang yang minta bantuan. Namun jika ingin melakukan puasa sebagai bentuk dari kesungguhan dalam meminta kepada Tuhan juga bagus, ya itung-itung latihan ikhlas membantu orang lain.
SEMUANYA KEBAIKAN HARUSNYA DIMULAI DARI NIAT DAN CARA YANG BERSIH. NIAT DAN CARA HARUSNYA DIOLAH DENGAN NALAR BUDI YANG JEMBAR DAN JERO, SEHINGGA LAHIR KEPUTUSAN YANG BIJAKSANA.  http://ajianpeletdanpengasihan.blogspot.com

Ritual Khusus Pecandu Internet

RITUAL PECANDU INTERNET

Internet telah menjadi bagian hidup sehari-hari manusia modern. Ia menjadi ritual wajib yang harus dilaksanakan untuk menghabiskan hari. Pagi bukan Facebook dan game online, siang buka blog dan website, malam beselancar search engine. Hati-hati, kecanduan!
Ini kebetulan hari Minggu. Dalam postingan kali ini, mohon maaf rasanya jari susah diajak kompromi untuk menulis hal-hal yang spiritual. Mungkin, karena tarikan magnet dunia benda yang luar biasa. Padahal, di kepala ada banyak hal spiritual yang ingin disampaikan. Mungkin pula karena kondisi tubuh yang agak lemes gara-gara masuk angin. Maka lebih baik menulis tentang hal yang ringan. Sekedar tambahan sedikit informasi tentang bagaimana seharusnya kita mensikapi internet.
Di kepala, terlintas banyak pikiran apakah itu kejadian-kejadian berskala nasional yang baru terjadi maupun agenda pribadi: penangkapan orang yang diduga gembong teroris Nurdin M. Top oleh Densus 88, wafatnya penyair handal Si Burung Merak W.S. Rendra dan Mbah Surip, Kecelakaan Pesawat, Lumpur Lapindo yang mengganas, kerja bakti di RT menyambut tujuh belasan HUT RI, harus merampungkan dua pekerjaan sampingan, siap-siap bekerja keras besok senin di kantor, rekreasi. Keluarga yang ingin jalan-jalan menikmati hari Minggu dan seterusnya.
Semuanya tumplek blek di sel-sel otak… Semuanya akhirnya hanya jadi pikiran. Tubuh agaknya malas diajak mengikuti agenda-agenda dunia yang banyak itu. Akhirnya, ya seperti yang diketahui saya hanya duduk saja. Saya mohon ijin ke anak isteri untuk tidak mampu mengantar mereka jalan-jalan. Saya mohon ijin ke para tetangga tidak bisa ikut kerja bakti bersih-bersih gorong-gorong air yang mampet, saya mohon ijin kepada Tuhan hanya bisa melaksanakan ibadah dunia sesuai dengan kemampuan saya. Mohon maaf.
Saya buka laptop dan internet. Rasanya kangen dengan para blogger yang tetap bersemangat untuk nggayuh kawicaksanan. Di blog, kita juga bisa bersilaturahim dengan cara berdiskusi mengeluarkan gagasan ide-ide yang panjang dan mendalam. Di blog, kita bisa belajar untuk mengungkapkan ide di kepala secara kreatif dengan bahasa yang mudah dipahami dan sedikit agak ngawur tanpa khawatir diprotes oleh dosen. Ini beda ketika kita bikin karya ilmiah, salah menggunakan kata, kalimat dan bahasa maka dosen langsung mencoret. Di blog, salah menulis tidak terlalu beresiko kecuali bila kita melanggar semacam katakanlah etika, unggah ungguh, sopan santun. Di blog, ada kebebasan mengekspresikan gagasan dan pembelajaran kreatif.
Di era informasi seperti sekarang, kita semua dimudahkan untuk mencari pengetahuan. Tidak hanya mencari pengetahuan, namun juga ikut berpartisipasi menyumbangkan pengetahuan entah itu hasil perenungan sederhana sehari-hari, perenungan olah rasa setelah mendapat wangsit, hasil analisa yang njlimet, hasil penelitian yang menambah perbendaharaan ilmu pengetahuan, dan seterusnya.
Ada pula kebiasaan baru dari perkembangan era komunikasi internet. Yaitu kehadiran facebook. Kehadiran facebook, kita tahu semakin membuat seseorang mudah berbagi ide, gagasan singkat dan interaktif. Komentar-komentar pun bermunculan, cukup menarik. Facebook mewabah di hampir semua kalangan usia dan profesi. Sayangnya facebook hanya bisa dijejali dengan pesan-pesan pendek singkat, chatting yang bisa jadi apus-apus, munafik dan dangkal sehingga tidak membuat kita beranjak dewasa dengan perenungan yang mendalam, intens dan kaya.
Ada lagi yang dampak internet yang lebih negatif dibanding facebook, yaitu game online. Di banyak warnet, para pelajar malah banyak yang bolos sekolah hanya untuk main game online. Ini tentu saja harus dipikirkan bersama, bagaimana solusinya agar internet bisa dikembalikan ke fungsinya yang benar. Warnet-warnet penuh dengan pelajar main game online, handphone khusus untuk berfacebook semakin banyak, pelayan jasa telekomunikasi kebanjiran untung. Satu penyakit baru muncul yaitu: KECANDUAN INTERNET.
Penyakit ini mungkin belum banyak disadari oleh kita yang tinggal di Indonesia. Di China lain lagi. Akibat semakin banyaknya pengguna internet dan kebiasaan berinternet tanpa mengenal waktu, maka didirikanlah KLINIK BAGI PECANDU INTERNET. Konon, semakin banyak orang yang sakit gara-gara internetan tanpa mengenal waktu. Duduk lama di depan komputer, mata kelelahan melihat layar komputer, kurang gerak tubuh, mengkonsumsi makanan dan minuman cepat saji mengakibatkan derajat kesehatan badan dan kesehatan pikiran menurun drastis.
Internet adalah dunia ide yang awalnya sebagai alat tukar menukar informasi dalam jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat di tahun 1969, melalui proyek yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network). Mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan software komputer yang berbasis UNIX, bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon. Proyek ARPANET merancang bentuk jaringan informasi yang dapat dipindahkan, dan akhirnya semua standar yang mereka tentukan menjadi cikal bakal pembangunan protokol baru yang sekarang dikenal sebagai Internet Protocol.
Tujuan awal dibangunnya proyek itu adalah untuk keperluan militer. Pada saat itu Departemen Pertahanan (US Department of Defense) membuat sistem jaringan komputer dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah untuk mengatasi masalah bila terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan. Pada mulanya ARPANET hanya menghubungkan 4 situs saja yaitu Stanford Research Institute, University of California, Santa Barbara, University of Utah, di mana mereka membentuk satu jaringan terpadu. Meski sudah dimulai sejak 1969, secara umum ARPANET diperkenalkan pada bulan Oktober 1972.
Tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat di seluruh daerah, dan semua universitas di negara tersebut ingin bergabung, sehingga membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya. Oleh sebab itu ARPANET dipecah manjadi dua, yaitu “MILNET” untuk keperluan militer dan “ARPANET” baru yang lebih kecil untuk keperluan non-militer seperti, universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan akhirnya dikenal dengan nama DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi Internet.
Yang perlu digarisbawahi adalah, internet bukanlah dunia sesungguhnya. Internet adalah wahana tukar menukar informasi, ide atau gagasan. Tidak lebih. Menjadikan internet sebagai wahana mencari hiburan hingga membuatnya kecanduan, bisa membuat kita tenggelam dalam hidup yang main-main belaka. Resikonya ada, yaitu membuat kita kekurangan waktu untuk menikmati hidup aktual, menikmati kehangatan sapaan komunikasi dengan keluarga, dan menikmati sapaan alam.
Dulu, setiap potong informasi harus dicari di perpustakaan-perpustakaan. Orang harus berjalan kaki ke gedung perpustakaan, mendaftar jadi anggota, dan melongok-longok kemudian mengambil buku yang diinginkan. Itu pun belum tentu mendapatkan potongan informasi yang dicari. Kini? Hanya tinggal masuk ke search engine, mengetik kata yang diinginkan maka dalam hitungan beberapa kejap mata search engine akan memunculkan ribuan potong informasi yang kita inginkan. Luar biasa cepat.
Sama seperti kehadiran remote televisi. Tanpa remote, kita harus berdiri dari tempat duduk, berjalan dan ke arah televisi untuk mencari stasiun televisi yang dibutuhkan. Ada tenaga yang dikeluarkan. Ada keringat yang keluar. Berarti tubuh tetap bergerak dan berolah raga. Dengan adanya remote, kita bisa sambil tiduran atau duduk manis dengan memencet tombol remote. Namun tubuh tidak bergerak dan tidak ada olah raga. Nah, dari dua kebiasaan: memakai remote dan tanpa remote, sehat yang mana dampaknya pada tubuh biologis kita?
Sekali lagi. Setiap hal pasti ada dampak baik buruknya. Ada dampak yang harus ditanggung akibat kemudahan itu. Kemudahan mencari informasi di internet membuat setiap potong informasi yang harusnya sangat berharga menjadi seakan tidak bernilai. Dengan tidak lagi susah berjuang untuk memperoleh informasi. orang menjadi malas, rapuh dan manja. Bertambahnya informasi dan banyaknya pengetahuan di kepala tidak serta merta membuat kita semakin bijaksana. Tidak ada jaminan orang yang pengetahuannya banyak, naluri kemanusiaannya juga serta-merta meningkat. Menolong orang lain, memberikan harta benda untuk kemanfaatan masyarakat tidak serta merta harus dibarengi dengan banyaknya informasi yang mengumpul di otak. Justeru terkadang, naluri kemanusiaan hidup pada mereka yang sedikit informasi, miskin dan terbelakang pengetahuannya.
Hidup yang tidak mampu menghayati proses perjuangan adalah hidup yang instan dan terasa cepat. Orientasi orang bukan lagi bagaimana menikmati proses, namun bagaimana mendapatkan hasil secepatnya. Bila hasil sudah diperoleh, maka dia akan mencari hasil-hasil lain. Orang tidak pernah mampu puas dengan satu hasil saja. Dia akan mencari hasil lain yang lebih besar. Hingga akhirnya waktu hidup kita habis dalam perbandingan-perbandingan serta pencarian-pencarian yang tiada berujung pangkal.
Berorientasi pada hasil, bukannya tidak baik. Baik-baik saja asalkan proses dilalui dengan sabar dan benar. Mengorientasikan diri hanya pada hasil tanpa melihat prosesnya, membuat derajat kemanusiaannya menurun ke tingkat binatang. Binatang tidak perlu memikirkan bagaimana mendapatkan makanan dengan cara yang halal, baik dan bijak. Binatang hanya mengerti bagaimana makanan diraih secepatnya.
Ya begitulah, daripada ritual internetan terus tanpa mengenal waktu mending hidup yang aktual: melaksanakan ritual sholat wajib bersama mbah Bejo atau ritual meditasi diam bersama Ki Atmodjo, atau ritual melihat langit, matahari atau bulan khusyuk yang lama bersama mas Sasongko. Membuka rasa sejati untuk bertemu, bertamu dan berkomunikasi dengan Gusti, mengheningkan cipta, menyatukan rasa sejati kita kepada iradat-Nya.  http://ajianpeletdanpengasihan.blogspot.com

Risalah Bulan Ramadhan

Risalah Ramadhan

Assalamualaikum Wr. Wb. Salam pamuji rahayu untuk sesepuh dan sedulur di kampus wongalus. Sebentar lagi bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah. Untu itu saya akan memberikan sedikit tentang Risalah Ramadhan. Monggo kita simak bersama-sama apa itu devinisi puasa, kapan dilaksanakan, syaratnya apa, dan lainya, saya yakin di kampus wong alus ini sudah pada tahu semuanya, hanya untuk mengingatkan saja, barang kali ada yang lupa, saatnya tutup kitab ilmu sementara waktu untuk focus persiapan bulan Ramadhan. Dan Selanjutnya nanti di awal bulan syawal kita mulai lembaran baru lagi.
KEUTAMAAN BULAN RAMADHAN
1. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu:
Adalah Rasulullah SAW memberi khabar gembira kepada para sahabatnya dengan bersabda, “Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan kepadamu puasa didalamnya; pada bulan ini pintu-pintu Surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan para setan diikat; juga terdapat pada bulan ini malm yang lebih baik daripada seribu bulan, barangsiapa tidak memperoleh kebaikannya maka dia tidak memperoleh apa-apa’.” (HR. Ahmad dan An-Nasa’i)
2. Dari Ubadah bin AshShamit, bahwa Rasulullah bersabda:
“Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan keberkahan, AIlah mengunjungimu pada bulan ini dengan menurunkan rahmat, menghapus dosa-dosa dan mengabulkan do’a. Allah melihat berlomba-lombanya kama pada bulan ini dan membanggakanmu kepada para malaikat-Nya, maka tunjukkanlah kepada Allah hal-hal yang baik dari dirimu. Karena orang yang sengsara ialah yang tidak mendapatkan rahmatAllah di bulan ini. ” (HR.Ath-Thabrani, dan para periwayatnya terpercaya). , Al-Mundziri berkata: “Diriwayatkan olehAn-Nasa’i dan Al-Baihaqi, keduanya ari Abu Qilabah, dari Abu Hurairah, tetapi setahuku dia tidak pemah mendengar darinya.”
3. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam bersabda:
“Umatku pada bulan Ramadhan diberi lima keutamaan yang tidak diberikan kepada umat sebelumnya, yaitu: bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada aroma kesturi, para malaikat memohonkan ampunan bagi mereka sampai mereka berbuka, Allah Azza Wa Jalla setiap hari menghiasi Surga-Nya lalu berfirman (kepada Surga),’Hampir tiba saatnya para hamba-Ku yang shalih dibebaskan dari beban dan derita serta mereka menuju kepadamu, ‘pada bulan ini para jin yang jahat diikat sehingga mereka tidak bebas bergerak seperti pada bulan lainnya, dan diberikan kepada ummatku ampunan pada akhir malam. “Beliau ditanya, ‘Wahai Rasulullah apakah malam itu Lailatul Qadar’ Jawab beliau, ‘Tidak. Namun ovang yang beramal tentu dibevi balasannya jika menyelesaikan amalnya.’ ” (HR. Ahmad)'” Isnad hadits tersebut dha’if, dan di antara bagiannya ada nash-Nash lain yang memperkuatnya.

KEUTAMAAN PUASA
1. Dalil :
Diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah uadhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi bersabda:
“Setiap amal yang dilakukan anak adam adalah untuknya, dan satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipatnya bahkan sampai tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman, ‘Kecuali puasa, itu untuk-Ku dan Aku yang langsung memba[asnya. la telah meninggalkan syahwat, makan dan minumnya karena-Ku.’ Orangyang berpuasa mendapatkan dua kesenangan, yaitu kesenangan
ketika berbuka puasa dan kesenangan ketika berjumpa dengan Tuhannya. Sungguh, bau mulut orang berpuasa lebih harum daripada aroma kesturi.”
2. Bagaimana ber-taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah?
Perlu diketahui, bahwa ber-taqarrub kepada Allah tidak dapat dicapai dengan meninggalkan syahwat ini -yang selain dalam keadaan berpuasa adalah mubah- kecuali setelah ber-taqarrub kepada-Nya dengan meninggalkan apa yang diharamkan Allah dalam segala hal, seperti: dusta, kezhaliman dan pelanggaran terhadap orang lain dalam masalah darah, harta dan kehormatannya. Untuk itu, Nabi bersabda : “Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta maka Allah tidak butuh dengan puasanya dari makan dan minum.” (HR. Al-Bukhari) .
Inti pernyataan ini, bahwa tidak sempurna ber-taqawub kepada Allah Ta’ala dengan meninggalkan hal-hal yang mubah kecuali setelah ber-taqarrub kepada-Nya dengan meninggalkan hal-hal yang haram. Dengan demikian, orang yang melakukan hal-hal yang haram kemudian ber-taqarrub kepada Allah dengan meninggalkan hal-hal yang mubah, ibaratnya orang yang meninggalkan hal-hal yang wajib dan ber-taqarrub dengan hal-hal yang sunat.
Jika seseorang dengan makan dan minum berniat agar kuat badannya dalam shalat malam dan puasa maka ia mendapat pahala karenanya. Juga jika dengan tidurnya pada malam dan siang hari berniat agar kuat beramal (bekerja) maka tidurnya itu merupakan ibadah.
Jadi orang yang berpuasa senantiasa dalam keadaan ibadah pada siang dan malam harinya.Dikabulkan do’anya ketika berpuasa dan berbuka. Pada siang harinya ia adalah orang yang berpuasa dan sabar, sedang pada malam harinya ia adalah orang yang memberi makan dan bersyukur.
3. Syarat mendapat pahala puasa :
Di antara syaratnya, agar berbuka puasa dengan yang halal. Jika berbuka puasa dengan yang haram maka ia termasuk orang yang menahan diri dari yang dihalalkan Allah dan memakan apa yang diharamkan Allah, dan tidak dikabulkan do’anya.
Orang berpuasa yang berjihad :
Perlu diketahui bahwa orang mukmin pada bulan Ramadhan melakukan dua jihad, yaitu :
1. Jihad untuk dirinya pada siang hari dengan puasa.
2. Jihad pada malam hari dengan shalat malam.
Barangsiapa yang memadukan kedua jihad ini, memenuhi segala hak-haknya dan bersabar terhadapnya, niscaya diberikan kepadanya pahala yang tak terhitung.Lihat Lathaa’iful Ma ‘arif, oleh Ibnu Rajab, him. 163,165 dan 183.

KEKHUSUSAN DAN KEISTIMEWAAN BULAN RAMADHAN
1. Puasa Ramadhan adalah rukun keempat dalam Islam. Firman Allah Ta’ala :
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan asas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. “(Al-Baqarahl 183).
Sabda Nabi .Islam didirikan di atas lima sendi, yaitu: syahadat tiada sembahan yang haq selain Allah dan Muhammad adalah rasul Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi hajike Baitul Haram. ” (Hadits Muttafaq ‘Alaih).
Ibadah puasa merupakan salah satu sarana penting untuk mencapai takwa, dan salah satu sebab untuk mendapatkan ampunan dosa-dosa, pelipatgandaan kebaikan, dan pengangkatan derajat. Allah telah menjadikan ibadah puasa khusus untuk diri-Nya dari amal-amal ibadah lainnya. Firman Allah dalam hadits yang disampaikan oleh Nabi :
“Puasa itu untuk-Ku dan Aku langsung membalasnya. Orang yang berpuasa mendapatkan dua kesenangan, yaitu kesenangan ketika berbuka puasa dan kesenangan ketika berjumpa dengan Tuhannya. Sungguh, bau mulut orang berpuasa lebih harum dari pada aroma kesturi.” (Hadits Muttafaq ‘Alaih).
Dan sabda Nabi : “Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. ” (Hadits Muttafaq ‘Alaih).
Maka untuk memperoleh ampunan dengan puasa Ramadhan, harus ada dua syarat berikut ini:
a. Mengimani dengan benar akan kewajiban ini.
b. Mengharap pahala karenanya di sisi Allah Ta ‘ala.
2. Pada bulan Ramadhan diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia dan berisi keterangan-keterangan tentang petunjuk dan pembeda antara yang haq dan yang bathil.
3. Pada bulan ini disunatkan shalat tarawih, yakni shalat malam pada bulan Ramadhan, untuk mengikuti jejak Nabi , para sahabat dan Khulafaur Rasyidin. Sabda Nabi
“Barangsiapa mendirikan shalat malam Ramadhan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah) niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. ” (Hadits Muttafaq ‘Alaih).
4. Pada bulan ini terdapat Lailatul Qadar (malam mulia), yaitu malam yang lebih baik daripada seribu bulan, atau sama dengan 83 tahun 4 bulan. Malam di mana pintu-pintu langit dibukakan, do’a dikabulkan, dan segala takdir yang terjadi pada tahun itu ditentukan. Sabda Nabi :
“Barangsiapa mendiuikan shalatpada Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala, dari Allah niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. ” (Hadits Muttafaq ‘Alaih).
Malam ini terdapat pada sepuluh malam terakhir, dan diharapkan pada malam-malam ganjil lebih kuat daripada di malam-malam lainnya. Karena itu, seyogianya seorang muslim yang senantiasa mengharap rahmat Allah dan takut dari siksa-Nya, memanfaatkan kesempatan pada malam-malam itu dengan bersungguh-sungguh pada setiap malam dari kesepuluh malam tersebut dengan shalat, membaca Al-Qur’anul Karim, dzikir, do’a, istighfar dan taubat yang sebenar-benamya. Semoga Allah menerima amal ibadah kita, mengampuni, merahmati, dan mengabulkan do’a kita.
5. Pada bulan ini terjadi peristiwa besar yaitu Perang Badar, yang pada keesokan harinya Allah membedakan antara yang haq dan yang bathil, sehingga menanglah Islam dan kaum muslimin serta hancurlah syirik dan kaum musyrikin.
6. Pada bulan suci ini terjadi pembebasan kota Makkah Al-Mukarramah, dan Allah memenangkan Rasul-Nya, sehingga masuklah manusia ke dalam agama Allah dengan berbondong-bondong dan Rasulullah menghancurkan syirik dan paganisme (keberhalaan) yang terdapat di kota Makkah, dan Makkah pun menjadi negeri Islam.
7. Pada bulan ini pintu-pintu Surga dibuka, pintu-pintu Neraka ditutup dan para setan diikat.
Betapa banyak berkah dan kebaikan yang terdapat dalam bulan Ramadhan. Maka kita wajib memanfaatkan kesempatan ini untuk bertaubat kepada Allah dengan sebenar-benarnya dan beramal shalih, semoga kita termasuk orang-orang yang diterima amalnya dan beruntung.
Perlu diingat, bahwa ada sebagian orang –semoga Allah menunjukinya- mungkin berpuasa tetapi tidak shalat, atau hanya shalat pada bulan Ramadhan saja. Orang seperti ini tidak berguna baginya puasa, haji, maupun zakat. Karena shalat adalah sendi agama Islam yang ia tidak dapat tegak kecuali dengannya. Sabda Nabi :
“Jibril datang kepadaku dan berkata, ‘Wahai Muhammad, siapa yang menjumpai bulan Ramadhan, namun setelah bulan itu habis dan ia tidak mendapat ampunan, maka jika mati ia masuk Neraka. Semoga Allah menjauhkannya. Katakan: Amin!. Aku pun mengatakan: Amin. ” (HR. Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban dalam Shahihnya) “‘ Lihat kitab An Nasha i’hud Diniyyah, him. 37-39.
Maka seyogianya waktu-waktu pada bulan Ramadhan dipergunakan untuk berbagai amal kebaikan, seperti shalat, sedekah, membaca Al-Qur’an, dzikir, do’a dan istighfar. Ramadhan adalah kesempatan untuk menanam bagi para hamba Ailah, untuk membersihkan hati mereka dari kerusakan.
Juga wajib menjaga anggota badan dari segala dosa, seperti berkata yang haram, melihat yang haram, mendengar yang haram, minum dan makan yang haram agar puasanya menjadi bersih dan diterima serta orang yang berpuasa memperoleh ampunan dan pembebasan dari api Neraka.
Tentang keutamaan Ramadhan, bersabda:
‘”Aku melihat seorang laki-laki dari umatku terengah-engah kehausan, maka datanglah kepadanya puasa bulan Ramadhan lalu memberinya minum sampai kenyang ” (HR. At-Tirmidzi, Ad-Dailami dan Ath-Thabarani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir dan hadits ini hasan).
“Shalat lima waktu, shalat Jum’at ke shalat Jum ‘at lainnya, dan Ramadhan ke Ramadhan berikutnya menghapuskan dosa-dosa yang dilakukan di antaranya jika dosa-dosa besar ditinggalkan. ” (HR.Muslim).
Jadi hal-hal yang fardhu ini dapat menghapuskan dosa-dosa kecil, dengan syarat dosa-dosa besar ditinggalkan. Dosa-dosa besar, yaitu perbuatan yang diancam dengan hukuman di dunia dan siksaan di akhirat. Misalnya: zina, mencuri, minum arak, mencaci kedua orang tua, memutuskan hubungan kekeluargaan, transaksi dengan riba, mengambil risywah (uang suap), bersaksi palsu, memutuskan perkara dengan selain hukum Allah.
Seandainya tidak terdapat dalam bulan Ramadhan keutamaan-keutamaan selain keberadaannya sebagai salah satu fardhu dalam Islam, dan waktu diturunkannya Al-Qur’anul Karim, serta adanya Lailatul Qadar -yang merupakan malam yang lebih balk daripada seribu bulan- di dalamnya, niscaya itu sudah cukup, Semoga Allah melimpahkan taufik-Nya. Lihat kitab Kalimaat Mukhtaarah, hlm. 74 – 76.
HUKUM-HUKUM YANG BERKAITAN DENGAN PUASA RAMADHAN
1. Definisi :
Puasa ialah menahan diri dari makan, minum dan bersenggama mulai dari terbit fajar yang kedua sampai terbenamnya matahari. Firman Allah Ta ‘ala:
” …….dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam … “(Al-Baqarah: 187),
2. Kapan dan bagaimana puasa Ramadhan diwajibkan ?
Puasa Ramadhan wajib dikerjakan setelah terlihatnya hilal, atau setelah bulan Sya’ban genap 30 hari. Puasa Ramadhan wajib dilakukan apabila hilal awal bulan Ramadhan disaksikan seorang yang dipercaya, sedangkan awal bulan-bulan lainnya ditentukan dengan kesaksian dua orang yang dipercaya.
3. Siapa yang wajib berpuasa Ramadhan ?
Puasa Ramadhan diwajibkan atas setiap muslim yang baligh (dewasa), aqil (berakal), dan mampu untuk berpuasa.
4. Syarat wajibnya puasa Ramadhan ?
Adapun syarat-syarat wajibnya puasa Ramadhan ada empat, yaitu Islam, berakal, dewasa dan mampu.
5. Kapan anak kecil diperintahkan puasa ?
Para ulama mengatakan Anak kecil disuruh berpuasa jika kuat, hal ini untuk melatihnya, sebagaimana disuruh shalat pada umur 7 tahun dan dipukul pada umur 10 tahun agar terlatih dan membiasakan diri.
6 Syarat sahnya puasa.
Syarat-syarat sahnya puasa ada enam :
a. Islam : tidak sah puasa orang kafir sebelum masuk Islam.
b. Akal : tidak sah puasa orang gila sampai kembali berakal.
c. Tamyiz : tidak sah puasa anak kecil sebelum dapat membedakan (yang balk dengan yang buruk).
d. Tidak haid : tidak sah puasa wanita haid, sebelum berhenti haidnya.
e. Tidak nifas : tidak sah puasa wanita nifas, sebelum suci dari nifas.
f. Niat : dari malam hari untuk setiap hari dalam puasa wajib. Hal ini didasarkan pada sabda Nabi : “Barangsiapa yang tidak berniat puasa pada malam hari sebelum fajar, maka tidak sah puasanya. ” (HR.Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, An-Nasa’i dan At-Tirmidzi. Ia adalah hadits mauquf menurut At-Tirmidzi.
Dan hadits ini menunjukkan tidak sahnya puasa kecuali diiringi dengan niat sejak malam hari, yaitu dengan meniatkan puasa di salah satu bagian malam.
7. SunahPuasa.
Sunah puasa ada enam :
a. Mengakhirkan sahur sampai akhir waktu malam, selama tidak dikhawatirkan terbit fajar.
b. Segera berbuka puasa bila benar-benar matahari terbenam.
c. Memperbanyak amal kebaikan, terutama menjaga shalat lima waktu pada waktunya dengan berjamaah, menunaikan zakat harta benda kepada orang-orang yang berhak, memperbanyak shalat sunat, sedekah, membaca Al-Qur’an dan amal kebajikan lainnya.
d. Jika dicaci maki, supaya mengatakan: “Saya berpuasa,” dan jangan membalas mengejek orang yang mengejeknya, memaki orang yang memakinya, membalas kejahatan orang yang berbuat jahat kepadanya; tetapi membalas itu semua dengan kebaikan agar mendapatkan pahala dan terhindar dari dosa.
e. Berdo’a ketika berbuka sesuai dengan yang diinginkan. Seperti membaca do’a :
“Ya Allah hanya untuk-Mu aku beupuasa, dengan rizki anugerah-Mu aku berbuka. Mahasuci Engkau dan segala puji bagi-Mu. Ya Allah, terimalah amalku, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui ”
f. Berbuka dengan kurma segar, jika tidak punya maka dengan kurma kering, dan jika tidak punya cukup dengan air.
8. Hukum orang yang tidak berpuasa Ramadhan :
Diperbolehkan tidak puasa pada bulan Ramadhan bagi empat golongan :
a. Orang sakit yang berbahaya baginya jika berpuasa dan orang bepergian yang boleh baginya mengqashar shalat. Tidak puasa bagi mereka berdua adalah afdhal, tapi wajib menggadhanya. Namun jika mereka berpuasa maka puasa mereka sah (mendapat pahala). Firman Allah Ta’ala:
” …..Maka barangsiapa di antaua kama ada yang sakit atau dalam perjalanan lalu ia berbuka), maka wajiblah banginya bevpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain… ” (Al-Baqarah:184).
Maksudnya, jika orang sakit dan orang yang bepergian tidak berpuasa maka wajib mengqadha (menggantinya) sejumlah hari yang ditinggalkan itu pada hari lain setelah bulan Ramadhan.
b. Wanita haid dan wanita nifas: mereka tidak berpuasa dan wajib mengqadha. Jika berpuasa tidak sah puasanya. Aisyah radhiallahu ‘anha berkata :
“Jika kami mengalami haid, maka diperintahkan untuk mengqadha puasa dan tidak diperintahkan menggadha shalat. ” (Hadits Muttafaq ‘Alaih).
c. Wanita hamil dan wanita menyusui, jika khawatir atas kesehatan anaknya boleh bagi mereka tidak berpuasa dan harus meng-qadha serta memberi makan seorang miskin untuk setiap hari yang ditinggalkan. Jika mereka berpuasa maka sah puasanya. Adapun jika khawatir atas kesehatan diri mereka sendiri, maka mereka boleh tidak puasa dan harus meng-gadha saja. Demikian dikatakan Ibnu Abbas sebagaimana diriwayatkan o!eh Abu Dawud. ‘7, Lihat kitab Ar Raudhul Murbi’, 1/124.
d. Orang yang tidak kuat berpuasa karena tua atau sakit yang tidak ada harapan sembuh. Boleh baginya tidak berpuasa dan memberi makan seorang miskin untuk setiap hari yang ditinggalkannya. Demikian kata Ibnu Abbas menurut riwayat Al-Bukhari. Lihat kitab Tafsir Ibnu Kalsir, 1/215.
Sedangkan jumlah makanan yang diberikan yaitu satu mud (genggam tangan) gandum, atau satu sha’ (+ 3 kg) dari bahan makanan lainnya. Lihat kitab ‘Lrmdatul Fiqh, oleh Ibnu Qudamah, him. 28.
9. Hukum jima’pada siang hari bulan Ramadhan.
Diharamkan melakukanjima’ (bersenggama) pada siang hari bulan Ramadhan. Dan siapa yang melanggarnya harus meng-gadha dan membayar kaffarah mughallazhah (denda berat) yaitu membebaskan hamba sahaya. Jika tidak mendapatkan, maka berpuasa selama dua bulan berturut-turut; jika tidak mampu maka memberi makan 60 orang miskin; dan jika tidak punya maka bebaslah ia dari kafarah itu. Firman Allah Ta’ala.
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya…” (Al-Baqarah: 285). Lihat kitab Majalisu Syahri Ramadhan, him. 102 – 108.
10. Hal-hal yang membatalkan puasa.
a. Makan dan minum dengan sengaja. Jika dilakukan karena lupa maka tidak batal puasanya.
b. Jima’ (bersenggama).
c. Memasukkan makanan ke dalam perut. Termasuk dalam hal ini adalah suntikan yang mengenyangkan dan transfusi darah bagi orang yang berpuasa.
d. Mengeluarkan mani dalam keadaan terjaga karena onani, bersentuhan, ciuman atau sebab lainnya dengan sengaja. Adapun keluar mani karena mimpi tidak membatalkan puasa karena keluamya tanpa sengaja.
e. Keluamya darah haid dan nifas. Manakala seorang wanita mendapati darah haid, atau nifas batallah puasanya, baik pada pagi hari atau sore hari sebelum terbenam matahari.
f. Sengaja muntah, dengan mengeluarkan makanan atau minuman dari perut melalui mulut. Hal ini didasarkan pada sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam .
Barangsiapa yang muntah tanpa sengaja maka tidak wajib qadha, sedang barangsiapa yang muntah dengan sengaja maka wajib qadha. ” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah dan At-Tirmidzi).
Dalam lafazh lain disebutkan : “Barangsiapa muntah tanpa disengaja, maka ia tidak (wajib) mengganti puasanya).” DiriwayatRan oleh Al-Harbi dalamGharibul Hadits (5/55/1) dari Abu Hurairah secara maudu’ dan dishahihRan oleh AI-Albani dalam silsilatul Alhadits Ash-Shahihah No. 923.
g. Murtad dari Islam -semoga Allah melindungi kita darinya. Perbuatan ini menghapuskan segala amal kebaikan. Firman Allah Ta’ala: Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan. “(Al-An’aam: 88).
Tidak batal puasa orang yang melakukan sesuatu yang membatalkan puasa karena tidak tahu, lupa atau dipaksa. Demikian pula jika tenggorokannya kemasukan debu, lalat, atau air tanpa disengaja.
Jika wanita nifas telah suci sebelum sempurna empat puluh hari, maka hendaknya ia mandi, shalat dan berpuasa.
11. Kewajiban orang yang berpuasa :
Orang yang berpuasa, juga lainnya, wajib menjauhkan diri dari perbuatan dusta, ghibah (menyebutkan kejelekan orang lain), namimah (mengadu domba), laknat mendo’akan orang dijauhkan dari rahmat Allah) dan mencaci-maki. Hendaklah ia menjaga telinga, mata, lidah dan perutnya dari perkataan yang haram, penglihatan yang haram, pendengaran yang haram, makan dan minum yang haram.
12. Puasa yang disunatkan :
Disunatkan puasa 6 hari pada bulan Syawwal, 3 hari pada setiap bulan (yang afdhal yaitu tanggal 13, 14 dan 15; disebut shaumul biidh), hari Senin dan Kamis, 9 hari pertama bulan Dzul Hijjah (lebih ditekankan tanggal 9, yaitu hari Arafah), hari ‘Asyuva (tanggal 10 Muharram) ditambah sehari sebelum atau sesudahnya untuk mengikuti jejak Nabi dan para sahabatnya yang mulia serta menyelisihi kaum Yahudi.
13. Pesan dan nasihat :
Manfaatkan dan pergunakan masa hidup dulur-dulur, kesehatan dan masa muda dulur-dulur dengan amal kebaikan sebelum maut datang menjemput. Bertaubatlah kepada Allah dengan sebenar-benar taubat dalam setiap waktu dari segala dosa dan perbuatan terlarang. Jagalah fardhu-fardhu Allah dan perintah-perintah-Nya serta jauhilah apa-apa yang diharamkan dan dilarang-Nya, baik pada bulan Ramadhan maupun pada bulan lainnya.
Jangan sampai dulur-dulur menunda-nunda taubat,sayang seribu sayang kalau dulur-dulur meninggalkan dunia ini dalam keadaan maksiat sebelum sempat bertaubat, karena dulur-dulur tidak tahu apakah dulur-dulur dapat menjumpai lagi bulan Ramadhan mendatang atau tidak?
Bersungguh-sungguhlah dalam mengurus keluarga, anak-anak dan siapa saja yang menjadi tanggung jawab dulur-dulur agar mereka taat kepada Allah dan menjauhkan diri dari maksiat kepada-Nya. Jadilah suri tauladan yang baik bagi mereka dalam segala bidang, karena dulur-dulur lah pemimpin mereka dan bertanggung jawab atas mereka di hadapan Allah Ta’ala. Bersihkan rumah dulur-dulur dari segala bentuk kemungkaran yang menjadi penghalang untuk berdzikir dan shalat kepada Allah.
Sibukkan diri dan keluarga dulur-dulur dalam hal yang bermanfaat bagi dulur-dulur dan mereka. Dan ingatkan mereka agar menjauhkan diri dari hal yang membahayakan mereka dalam agama, dunia dan akhirat mereka.
Semoga Allah melimpahkan taufik-Nya kepada kita semua untuk amal yang dicintai dan diridhai-Nya. Shalawat dan salam semoga juga dilimpahkan Allah kepada Nabi kita Muhammad, segenap keluarga dan para sahabatnya. Amin
Demikian yang bisa kaulo sampaikan, kurang lebihnya mohon di maafkan
Wassalamualaikum wr wb.  http://ajianpeletdanpengasihan.blogspot.com
 
 
Blogger Templates