Social Icons

Pages

Ajian Sangkal Putung

SANGKAL PUTUNG

Ini amalan untuk mereka yang berprofesi sebagai juru sembuh, khususnya juru sembuh yang ahli mengobati tulang yang putus. Di Jawa, kita mengenal profesi ini sebagai sangkal putung. Tulang putus biasanya diakibatkan kecelakaan-kecelakaan akibat benturan yang keras, terjatuh dari kendaraan maupun sebab-sebab yang lain.
Di dunia medis, patah tulang ini ditangani dengan tindakan berupa operasi penyambungan tulang. Dimasukkan sebuah pen—alat penyambung—yang terbuat dari logam anti karat. Bila patah tulang tersebut parah, maka operasi penyambungan tidak hanya dilakukan sekali saja, namun bisa berkali-kali. Biaya yang dikeluarkan untuk operasi tentu saja cukup banyak, terkadang hingga mencapai puluhan juga rupiah.
Bagi masyarakat yang kurang mampu, tentu biaya sebesar itu tidak mudah didapatkan. Sehingga pengobatan alternatif sangkal putung menjadi pilihan. Untuk menjadi seorang juru sembuh sangkal putung, maka kita perlu ilmu khusus yang didapatkan dari banyak sumber. Bisa melalui ilmu warisan keturunan dari nenek-kakek, ayah-ibu, dan juga bisa berasal dari orang lain yang terlebih dulu menguasai ilmu tersebut. Ada juga yang berasal dari para leluhur kita yang sudah tiada dan sekarang sudah tinggal di alam kubur. Para leluhur ini biasanya menyampaikan pesan melalui banyak media.
Salah satu media yang sangat umum adalah melalui mimpi. Mimpi itu semacam teknologi email dimana antara leluhur di satu tempat yaitu alam gaib dan kita di alam dunia nyata ini bisa saling berinteraksi dan berkomunikasi. Dalam mimpi, pesan-pesan dari leluhur atau orang lain tergambar jelas di dalam batin. Khusus untuk mimpi yang dikirim oleh orang lain apakah masih hidup maupun sudah meninggal ini, ada kalanya sangat mudah diterjemahkan ada kalanya perlu interpretasi/penakwilan yang membutuhkan konsentrasi dan kecerdasan batin.
Saya menyukai pesan dari orang lain melalui mimpi yang sederhana dan mudah dicerna. Ini sekedar ilustrasi, pada suatu hari saya bermimpi terjadi bencana gempa bumi. Dalam mimpi itu, saya bersama keluarga sedang berada di dalam rumah, tiba-tiba gempa yang cukup dahsyat terjadi dan saya mampu melarikan diri. Kecuali ayah saya yang masih berada di dalam rumah. Begitu selesai gempa, saya masuk rumah dan mendapati ayah saya tewas terkena reruntuhan bangunan. Cukup menyedihkan… hingga di dalam mimpi itu saya meneteskan air mata.
Selesai bermimpi, saya terbangun dan ternyata hari sudah memasuki waktu subuh. Tiba-tiba telepon berdring dari ayah saya. Dia bilang kalau sudah seminggu ini mengalami kesakitan di bagian paha hingga telapak kaki yang mengakibatkan dia susah berjalan. Tanpa pikir panjang, saya pun pulang ke rumah orang tua di desa karena mimpi saya sudah jelas. Kenapa jelas? Jelas sebab mimpi tersebut pasti dialamatkan ke saya. Dan saya percaya, pasti petunjuk itu sudah cukup lengkap. Termasuk tata cara pengobatan penyakitnya.
Saya berkendara seorang diri naik sepeda motor ke desa tempat tinggal orang tua yang jauhnya sekitar 300 kilometer. Ini desa terakhir yang sunyi di lereng Gunung Lawu, perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Perjalanan saya tempuh sekitar lima jam. Melewati hujan lebat, angin dan petir menyambar-nyambar. Bagi saya, perjalanan pulang ini adalah sebuah PERINTAH, sehingga tidak ada alasan untuk ragu-ragu, khawatir atau malas. Karena sudah perintah, mau tidak mau harus dilaksanakan dengan hati yang sabar dan ikhlas. Tiba di sebuah kota kecil sebelum sampai di desa, saya mampir ke sebuah toko jamu. Saya beli jamu dan dua botol air mineral. Jamu apa yang saya beli?
Saya mengandalkan instink saja. Ah, mungkin ayah saya ini kelebihan kolesterol dan asam urat. Sehingga saya memutuskan untuk membeli jamu anti kolesterol dan asam urat. Tiba di rumah jam sudah menunjukkan pukul 20.00 WIB, saya minta ayah untuk meminum jamu seharga Rp 6 ribu rupiah itu dan sekaligus meminum satu botol air mineral untuk mengatasi rasa pahitnya. Sedangkan satu botol lagi diminum sesudah bangun tidur di pagi hari.
Biasanya ayah yang sudah berumur hampir 70 tahun ini mengerang kesakitan saat bangun pagi hari. Ternyata kali ini lain. Ayah saya sudah tidak sakit lagi. Apa yang mengakibatkan ayah saya sembuh seketika itu? Jamu? Atau air mineral atau yang lain?
Bagi saya pribadi, tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Semuanya sudah ada yang mengatur dan tidak ada penyakit yang tidak ada obatnya kecuali penyakit karena sudah berusia tua. Sehingga bila ditanya apa yang menyebabkan ayah sehat, maka jawabnya adalah TUHAN MEMANG SUDAH BERKEHENDAK. Lantas apa sarana kesehatannya? Sarana kesehatannya bisa berupa jamu, air, obat, mungkin juga doa dan wirid yang saya lantunkan di jamu tersebut dan bahkan bisa juga kehadiran saya juga bisa menjadi sarana kesehatan ayah.
Melihat ayah seketika itu sembuh, saya bahagia dan harus banyak memuji-NYA sekaligus bersyukur kepada-NYA. Ternyata doa saya masih didengar-NYA, doa seorang yang kotor dan ingin menjadi orang yang baik ini. Sebelum pulang, saya berpesan kepada ayah agar bila suatu ketika dia terkena penyakit maka bacakan AL FATIHAH 3X TIUPKAN DI TELAPAK TANGAN KANAN DAN LETAKKAN TELAPAK TANGAN DI BAGIAN TUBUH YANG SAKIT TERSEBUT. Insya Allah, sakit itu akan berkurang dan berangsur sembuh atas ijin-NYA. (Anjuran ini juga berlaku untuk pembaca semua blog ini).
Terakhir, karena saya tadi sudah membahas bagaimana amalan yang perlu dimiliki oleh juru sembuh sangkal putung maka amalan yang harus dimilikinya adalah sebagai berikut:
1. PUASA BIASA 15 HARI DIMULAI PADA HARI KAMIS KLIWON
2. MEMBACA MANTRA DI BAWAH SETIAP USAI SHOLAT FARDHU
3. USAI PUASA, BERI MAKAN 15 ANAK YATIM PIATU DISEKITAR RUMAH.

Doa mantranya sebagai berikut:
FAIN TAWALLAU FAQUL KHASBIYALLAHU LAA ILAHA ILLA HUWA ALAIHI TAWAKALTU WA HUWA RABBUL ARSYIL ADHZIIM.    (QS AT TAUBAH 129)

Untuk melakukan praktek pengobatan sangkal putung, caranya sebagai berikut: Letakkan tangan pada tempat yang tulangnya patah dan luruskan tulang perlahan sambil membaca ayat tersebut dengan kesungguhan memohon pada-NYA agar si sakit segera diberi kesembuhan. Selanjutnya beri penahan tulang dan ikat bagian-bagian tulang yang perlu disambung.
Untuk menjadi penyembuh sangkal putung yang profesional, lengkapi juga pengetahuan Anda dengan banyak bertanya kepada mereka yang lebih ahli, mencari informasi dan referensi dari banyak sumber yang lain.
Semoga Allah SWT selalu memberikan kita kemudahan dalam segala urusan dan untuk menutup artikel ini mari kita melantunkan dalam hati, sebuah doa Nabi Ibrahim saat diceburkan ke dalam api: Doa ini berbunyi: “HASBUNALLAH WA NI’MAL WAKIL” … Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baiknya pelindung.

Ajian Saifi Dan Sholawat


SAIFI DAN SHOLAWAT

BISMILLAAHIRROHMAANIRROHIIM.
AULLOOHUMMA SYATTIT SYAMLAHUM WA FARRIQ JAM’HUM WA QOLLIBTADBIIROHUM WA BADDIL AHWAALAHUM WA QOSHSHIR A’ MAAROHUM WA QOTH’THI’ ARZAAQOHUM WA QORRIB AAAJAALAHUM WA AB ‘ID AHWAALAHUM WA KASSIR RU UUSAHUM WA AWSHILIL ‘ADZAABALAHUM WASYGHIL ABDAANAHUM WAHARRIQ BUYUUTAHUM WAFARRIQ MARKABAHUM WAKHRUJ ‘ANDAAA IROTIHIM WARBITH ‘ALAA QULUUBIHIM WA AHLIKHUM SURUU ‘A QOTLIN WA HALKIN WALAA TUBALLIGHHUM AL AAAMAALA WA’ KHUDZ HUM AKHDZA ‘AZIIZIN MUQTADIR (YAA JABBAAR 3X) (YAA QOHHAAR 3X) (YAA QODIIR 3X) (YAA QOWIYYU 3X) (YAA SYADIID 3X) (YAA JADIIR 3X) SHOLLAULLOOHU ‘ALAYHI WASALLAM.
BIFAATHIMATABNI ASADIBNI HAASYIMIBNI ‘ABDI MANAAF.BISMILLAAHIRROHMAANIR ROHIIM LAA AWWALA BISMI ABDA-U WALAA AAKHIRO WA KAFAA BIFAATHIMATABNI ASADIBNI HAASYIMIBNI ‘ABDI MANAAF.BISMILLAAHIRROHMAANIRROHIIM.AULLOOHUMMA ‘AAQOTIL MADZAAHIB ILLAA ILAYKA WA KHOOBATIL AAMAALU ILLAA ILAYKA WA INQOTHO ‘ARROJAAA-U ILLAA MINGKA WABATHOLATTAWAKKALU ILLAA ILAYKA (ROBBII 3X) LAATA DZARNII FARDAAWWA ANTA KHOYRUL WAARITSIIN (YAA QOHHAAR 3X) (AGHITSNAA 3X) WA AHLIK A’ DAA-ANAA WA BIHAQQI NAZALA KAAAAAAF HAA YAA ‘AIIIIIIN SHOOOOOOD KAFIYAN HARIYAN HIKMAN ‘ILMAAN WA SHOLLAULLOOHU ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA ‘ALAA AALIHII WA SHOHBIHII WASALLAM. BIROHMATIKA YAA ARHAMARROOHIMIIN WALHAMDULILLAAHI ROBBIL ‘AALAMIIN.
AAAMIIN.
*Dibaca selama 41 malam sebanyak 7x pada pukul 00.00.
KWA
@@@
SHOLAWAT SULAIMAN
BISMILLAAHIRROHMAANIRROHIIM. INNAHUMINSULAIMAN WA INNAHUBISMILLAHIRROHMANIRROHIM.WALIKULLI JINNI WANNISYA-I WASYYAITHONI NAQLAHUM AJMA’IN,BIHAQQI IYYAKA’NA’BUDU WA IYYAKANASTA’IN ALLAHUMMA SHOLL ALA MUHAMMAD 3X.

Menjadi Sakti Tanpa Ajian Apapun

SAKTI TANPA AJI

c
“Bismillahirrohmaanirrohiim. Niat ingsun amatek Aji Pancasona, Ana wiyat jroning bumi, Surya murup ing bantala, Bumi sap pitu anelehi sabuwono, Rahina ta keno wengi, urip tan kenaning pati, Yo ingsun pangawak jagad, mati ora mati, Tlinceng geni tanpo kukus, Ceng-cleceng, Ceng-cleceng, Kasonggo ibu pertiwi, Mustiko lananging jaya, Yo aku si Pancasona, Ratune nyowo sekelir”
Mantra untuk matek Aji Pancasona ini hanyalah sekedar pintu pembuka artikel sederhana ini; kisah ringan subyektif ini adalah kenangan saat masih berusia remaja. Kebetulan, saya memiliki seorang paman seorang pendekar dari perguruan silat dari Cempaka Putih. Mas Entok nama si paman ini bertempat tinggal di Lereng Gunung Lawu, sisi paling barat Propinsi Jawa Timur. Tepatnya di Desa Kuniran, Kecamatan Sine, Ngawi.
Usia remaja adalah usia di mana keinginan untuk menjadi sakti, andalan, gagah-gagahan, tidak terkalahkan, pengen jadi jawara. Keinginan yang sangat manusiawi ini juga tiba-tiba menimpa saya. Pada suatu ketika, keinginan ini mendapat penyaluran setelah ketemu dengan Mas Entok. Singkatnya, saya pun diajari berbagai jurus silat dan ilmu-ilmu kanuragan dalam satu kurun waktu.
Salah satu dari berbagai amalan yang diberikan Mas Entok adalah Aji Brajamusti. Ini konon aji kebanggan para pendekar karena merupakan perisai badan yang ampuh. Menurut Mas Entok, orang yang mempunyai aji brajamusti mempunyai kekuatan badan dan kekuatan gaib yang pilih tanding. ”Tidak boleh digunakan sembarangan dik, karena bisa membahayakan nyawa lawan. Jangan gunakan kalau tidak terpaksa. Kamu bisa kebal berbagai senjata tajam. Senjata yang ampuh bagaimanapun kalau terkena aji brajamusti pasti akan tawar, tak bertuah,” ujarnya.
Terkagum-kagum akan penjelasan Mas Entok, saya pun nglakoni amalan-amalan yang berat untuk memperoleh ajian ini. Di antaranya adalah berpuasa tujuh hari dalam satu bulan selama satu tahun. Saat puasa, setiap usai sholat fardhu, mantera aji dibaca sebanyak banyaknya 41 kali. Setelah selesai puasa, mantera dibaca satu kali lalu dihembuskan pada kedua tangan sambil membaca “ya qawiyyu ya matiin” 1000 kali
Mantra untuk matek aji Brajamusti ini kalau tidak salah ingat sebagai berikut: ”Bismillahirrohmanirrohiim, Sun matek aji ajiku Brajamusti, Terap-terap, Awe-awe, Kuru-kuru, Griya gunting drijiku, Watu item ing tanganku, Sun tak antem, Laa ilaaha ilalloh Muhammadur rasululloh.”
Dasar tidak ada darah pendekar, berbagai ilmu kanuragan yang sudah saya kuasai tidak pernah sekalipun terpakai. Bahkan untuk menyakiti semut pun insya allah saya hindari. Lebih baik tidak menggunakan ajian-ajian apapun jika pada akhirnya hanya akan memperbanyak musuh. Atau malah lebih parah lagi, berurusan dengan aparat keamanan. Atau malah nyerimpeti laku saya untuk bertemu Gusti Allah.
Memang, harus saya akui bahwa ada kalanya emosi meletup-letup tak terduga. Karena ada stimulus dari luar yang merelakan saya untuk marah, bahkan sering sampai berkelahi. Tapi ya itu tadi, tidak ada nafsu untuk membunuh sesama, apalagi dengan menggunakan ilmu-ilmu kanuragan seperti yang saya amalkan.
Singkatnya, saya dan mungkin para pembaca yang budiman juga melewati fase yang sama. Yaitu fase dimana ego kita cenderung ingin mengalahkan ego yang lain dengan penaklukan dan hegemoni meskipun harus ditempuh melalui jalan dan cara-cara kekerasan. Namun ada kalanya, dan ini saya syukuri adalah datangnya fase dimana kita menyadari bahwa ego adalah iblis yang berasal dari naar (api): tempat sifat-sifat buruk dan menyesatkan. Sementara untuk memperoleh hidayah dari Gusti Kang Murbeng Jagad, konon manusia harus membersihkan diri sebelum akhirnya Malaikat yang berasal dari nuur (cahaya-Nya) datang kepada wadah yang sudah bersih.
Dulu saya adalah kolektor berbagai macam ajian, sikep, batu-batu akik, keris dan senjata-senjata lain. Barang-barang klangenan yang saya letakkan di kamar ini saya dapatkan dalam fase pencarian yang panjang dan tidak seketika. Paling banyak saya peroleh saat saya gemar berguru ke banyak paranormal sambil liputan untuk sebuah media mistik yang terbit di Jakarta. Karena terlalu sering bertemu dengan paranormal dari berbagai kalangan di berbagai daerah, saya juga sering mendapatkan ”oleh-oleh” yaitu beragam benda-benda bertuah tadi.
Bertemu dengan banyak paranormal dari berbagai aliran, bagi saya sungguh sebuah pengalaman yang tidak akan terlupakan. Mulai paranormal yang beraliran Jawa, Islam, Cina, Budha, Hindu dan lainnya. Salah satu paranormal yang cukup unik dan lebih mirip sufi adalah MBAH WALIJO. Si Mbah yang sudah bertapa sejak tahun 1960 ini tinggal di sebuah gubuk yang lebih mirip kandang kambing, di lereng perbukitan di dekat pantai Parangtritis Yogyakarta. Paranormal ini terkenal di seantero Kota Bantul DIY, dan beberapa kali pernah dimuat di Koran Kedaulatan Rakyat, Yogyakarta karena pernah membantu mengangkat bus yang terperosok di pantai parangtritis. Konon saat itu bus itu dipegangi oleh Mbah Bledug, penunggu pantai yang tidak lain para punggawa Kerajaan Pantai Selatan.
Dari MBAH WALIJO saya mendapatkan pengetahuan tentang bagaimana cara untuk bertemu dengan makhluk halus: ”Semedi tidak usah lama, sekitar sepuluh menit di malam hari di bawah grojokan le…” ujarnya santun. Apa yang saya dapat dari Mbah Walijo berbeda dengan yang saya dapat dari paranormal Bambang Yuwono, Suhu Acai, Ki Macan Putih, dan suhu-suhu yang lain….. . Itulah saat saya giat-giatnya getol mengolah diri, nyepi di kuburan-kuburan, tapa di sungai, dan berbagai olah batin lainnya.
Ada pula pengalaman saya bertemu orang tidak mau dikatakan paranormal. Dia hanyalah ingin nglakoni apa yang dia sendiri tidak tahu. Dia berada di wilayah pedalaman Kabupaten Sleman. Cara bertapanya sangat unik dan gila: duduk di bawah pohon sawo hingga bertahun-tahun, tidak masuk ke dalam rumah meskipun hujan dan angin ribut! ”Pohon ini tampak terang benderang kalau malam hari, dan saya merasa bahagia ada di bawahnya,” tegasnya memberi alasan tindakannya yang tidak masuk akal tersebut.
Pada suatu ketika, fase hidup yang saya jalani berubah total. Saya mengalami kebosanan dengan sang aku. ”Aku harus menjadi aku yang benar-benar baru. Yang mampu untuk meredam, memendam dan menguasai emosi yang sedalam dalamnya dan menjadi orang yang bermanfaat bagi sesama dengan cara-cara yang santun, masuk akal dan sederhana.” Itulah tekad saya saat itu. Untuk mewujudkan semangat menjadi aku yang baru ini, tak pelak benda-benda klangenan ini pun saya berikan kepada orang-orang lain, sisanya ada yang saya bakar. Termasuk yang saya lakoni untuk bertobat ini adalah melanggar pantangan amalan ilmu-ilmu gaib tadi.
Niat saya saat itu sederhana: agar tidak ada lagi pagar gaib yang nantinya justeru membebani saya saat akan memasuki dimensi ruhaniah yang lebih halus. Entahlah, apakah tindakan saya ini benar atau salah. Yang jelas keyakinan saya bahwa benda-benda bertuah akan nyerimpeti perjalanan ruhani ini muncul setelah perenungan yang lama. Salah satunya kejadian yang menimpa nenek saya, seorang tokoh agama di Ngawi, Jawa Timur saat menjelang ajal tiba.
Mbah Dunainah, nama nenek saya ini semasa hidup terkenal kezuhudannya. Pada suatu ketika saat simbah berhaji di tanah suci ada makhluk halus yang ingin menjadi muridnya dan pulang ke tanah air. Dan ini yang akhirnya jadi pangkal perkara, saat menjelang ajal sang makhluk halus tidak rela nyawa simbah dicabut sehingga ajal simbah tidak segera datang. Tubuhnya yang semakin lemah dan lemah membuat mulutnya tidak bisa bergerak lagi untuk mengatakan apapun. Konon, nyawanya digondeli si makhluk halus tadi! Akhirnya pertolongan datang juga. Disarankan agar keluarga besar kami mengadakan selamatan dan dengan ritual khusus, dan memohon agar makhluk halus muridnya Mbah Dun tadi rela untuk pergi. Akhirnya ajal simbah benar-benar tiba. Alhamdulillah…
Kejadian kedua menimpa juga oleh Simbah Rin—begitu kami menyebut saudara Mbah Dun. Simbah ini akhirnya juga kesulitan untuk meninggal dunia hanya gara-gara memiliki ilmu kanuragan yang tidak bisa dilepasnya sendiri. Dan akhirnya setelah pengapesannya ditemukan: sebuah sabuk yang melingkar di perutnya dipotomng, nyawa Simbah Rin ini pun bisa menghadap Ilahi dengan tenang.
Kini, setelah saya tidak menggenggam satupun ilmu-ilmu gaib tadi,  insya allah,  Tuhan memberikan saya sifat lebih sabar dan ikhlas untuk urusan-urusan yang harus bergesekan dengan manusia atau makhluk lain. Jika bisa saya hindari, kenapa harus mencari-cari masalah? Lebih baik ngalah daripada harus menang di atas penderitaan orang lain. Lebih baik orang lain yang menang dari saya daripada saya yang mengalahkanya. Apa hebatnya jadi pemenang? Sekarang, saya lebih memegang filosofi Jawa yang sangat luhur dan tinggi nilainya: ”Ngluruk Tanpa Bala, Sugih Tanpa Banda, Sakti Tanpa Aji, Menang tanpa Ngasorake,….”
Sekarang bila kangen akan pertumpahan darah, saya sesekali hanya menonton film Jet Li di televisi. Ciatttttttt……..Semoga bisa menjadi inspirasi bagi kawan-kawan muda dan ngapunten bila ada yang tidak berkenan.

Kumpulan Sahadat Serbaguna

SAHADAT SERBAGUNA

Oleh: Ki Cagak Alam

Ini kiriman amalan dzikir dari saudara yang punya nick name “Ki Cagak Alam”. Sangat layak untuk dijadikan referensi sekaligus diamalkan. Silahkan menyimak apa yang dipaparkan beliau. (Salam, wongalus).


Di ultah Blog Kita ini sy cagak alam ingin bagi-bagi buat sedulur sedulur yaitu amalan dzikir “Sahadat Serbaguna” (SS). Amalan ini merupakan ilmu dasar dan pamungkas sebuah ajaran. Kenapa disebut serba gunam sebab ilmu ini memiliki banyak manfaat dan kekuatan yang sejuk dan lembut. Dan kenapa disebut sebagai dasar dan pamungkas ilmu, karena sangat tergantung pada zikir dan kekhusyukannya. Semakin banyak zikir semakin besar kekuatannya.

Ilmu ini merupakan ilmu yang dulu dikembangkan leluhur Cirebon yang di sebarkan keluarga besar BUMI SEGANDU INDRAMAYU. Pada kesempatan kali ini juga, saya minta ijin kepada sedulur yang sama memegang SS untuk mengupload di blog ini.
Bunyi lafal Sahadat Serbaguna adalah:
BISMILLAHIRROHMANIROHIM ASHADUALLA ILAHAILALLAH WA ASHADU ANA MUHAMMADAR RASULULOH, ALLAH MUHAMMAD RASULULLAH SAYA MINTA PADAMU ALLAH ……(ucap permintaan) LAILLAHAILALLAH MUHAMADAR ROSULULLOH.

Selanjutnya zikirkan ALLAH terus dengan menahan nafas. Amalan lengkapnya sebagai berikut: tulis lafal dengan huruf arab, kecuali yang latin ditulis dengan latin. Baca Lafal diatas tiap hela nafas sampai zikir ALLAH 1000 x  dalam waktu 3 hari lalu kertas tadi dibakar lalu abu di campur dengan air kopi lalu minum.

Di dalam zikir kita akan menemui beberapa kejadian seperti tubuh bergetar, seperti banyak cahaya masuk pada tubuh kita, dan kita seperti berada di alam yang indah. Bila seperti itu, berarti kita cocok atau “hak” menggunakan ilmu ini. Jika terasa panas, seperti dilempar dan kita ketakutan maka jangan dilanjutkan karena itu berarti tidak cocok. Ilmu ini berfungsi seperti apa yang empunya inginkan.

Di dalam tradisi Dayak Dermayu, dzikir semacam ini disebut “emboke elmu” dimana SS ini bisa memanggil ilmu lain dengan cara sebutkan ilmu sesuai permintaan kita.  Terakhir, untuk menguatkan amalan dzikir tersebut maka hendaknya kita selalu berdzikir ALLAH sebanyak-banyaknya dimanapun, kapanpun dan bagaimana pun kondisi kita.

Ajian Saefi Rizal Lanang


SAEFI RIZAL/LANANG

Salam untuk semua sesepuh di kampus ini saya minta ìjin nitip ilmu(saefi rizal/lanang)
SAEFI HIDAYATULLOH RUH ING ALLAH URIPING PANGERAN ZUHUD WALI HADIST WAJIB URIPING NABI LAILAHAILLALLOHU MUHAMMADUROSULULLOH BIROH MATIKA YA ARHAMAR ROHIMIIN
TATA CARA
(1) Puasa 7 hari bilaruh puasa dimulai hari kelahiran
(2) Saefi dibaca selesai sholat fardhu 70x, dan padatengah malam berendam di sungai dan membaca saefi 33x,ketika keluar rumah dibaca 3x dan tiupakn ketangan lalu usapkan ke anggota tubuh.
KHASÌAT  (1)ini adlh ìlmu pembuka dan pndingin semua jenis saefi(2)untk dihapusnya dosa(3)untuk berperang melawan musuh,caranya sholat hajat 4 roka’at dan membaca saefi 3x maka senjata apapun tidak akan mengenainya(3)kebal api,tidak akan tenggelam di air, menundukan musuh

Ajian Saefi Rosul


SAEFI ROSUL


Ass wr wb. Salam hormat dan ta’zim kepada Ki Wongalus serta para sesepuh, salam tali silaturahmi kepada sedulur semuanya di KWA. pada kesempatan kali ini izinkanlah saya yang faqir ilmu dan bodoh ini yang tidak mengerti apa-apa untuk sekedar share salah satu khasanah keilmuan, yaitu SAEFI ROSUL.

Sebelumnya saya mohon maaf SAEFI ROSUL ini tidak untuk di ijazahkan hanya sekedar menambah wawasan saja bagi sedulur yang belum mengetahuinya karena saya hanyalah orang yang bergelimang dosa dan tidak mungkin bisa mengijazahkannya, jadi jika sedulur ingin mendapatkan ijazahnya silahkan kepada para sesepuh/kyai/mursyid yang makrifat. Inilah SAEFI ROSUL yang saya ketahui:

BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM.
Syahadat 160x.
Istigfar 160x.
Sholawat Nariyah 160x.

ALLAAHUMMA TAQABBAL DU’AA-I FII QADHAA-I KULLI HAAJATIN BIHAQQI KULLI ISMIN ZHAAHIRAN WABAATHANAN WABIHAQQI ASMAA-IKA LAKA MINASSAMAA-I AHYAN SYARAAHIYAN ASHBAAUTA FATAQABBAL DU’AA-I (SAYFI 3x) (YAA ALLAAH 3x) (YAA RAHMAAN 3x) (YAA RAHIIM 3x) (YAA RABBII 3x) YAA HAYYU YAA QAYYUUMU YAA BADII’USSAMAAWAATI WAL ARDHI WA YAA LAA ILAAHA ILLA ANTA WAHADAKA LAA SYARIIKALAHUU KAAAF HA YAAA ‘AIN SHOOOD HAAA MIM SIN ‘AIN QAAAF BIRAHMATIKA YAA ARHAMURRAAHIMIIN 100x.

KAFAAKA RABBUKA KAM YAKFII KAFA KIFAHU KIFKA FUHAA KAKAMIMIN KAANA MINKAL KALAKA TAKURRU KARRI FII KABADIN TAHKII MUSYAKSYAKATAN KALLAT LAKAL KALAKA SA-ALTUKA BIL ISMILLADZII JALLA QADRUHU BAAJIN AHUUJIN JALLA JALIYUUTIN HALHALAT NASHRU MINALLAAH WAFAT-HUN QARIIBUN WABASYSYIRILMUKMINIINA 100x.

Semoga SAEFI ROSUL tersebut bisa menambah wawasan bagi sedulur yang belum mengetahuinya. Wassalam.

Rapalan Wirid Para Malaikat Hamalatul Arsy

WIRID PARA MALAIKAT HAMALATUL ‘ARSY

Salam takzim kepada poro sesepuh dan sedulur serta segenap keluarga besar KWA dimanapun saudara berada. Pada artikel saya yang pertama kalinya ini, izinkan saya yang faqir ilmu ini untuk menulis salah satu Wirid Para Malaikat Hamalatul ‘Arsy (Wirid Para Malaikat Penyangga Singgasana Allah SWT). Inilah wiridnya:
BISMILLAAHI ROBBIYALLOOH, HASBIYALLOOHU TAWAKKALTU ALALLOOH, I’TASHOMTU BILLAAH, FAW WADHTU AMRII ILALLOOH, MAASYAA ALLOOH, LAA QUWWATA ILLAA BILLAAH.
ARTINYA: “DENGAN MENYEBUT NAMA ALLAH, TUHANKU ADALAH ALLAH, YANG MENCUKUPIKU ADALAH ALLAH, AKU BERPASRAH DIRI KEPADA ALLAH, AKU BERLINDUNG DIRI KEPADA ALLAH, AKU PASRAHKAN URUSANKU KEPADA ALLAH, APA YANG ALLAH KEHENDAKI PASTI AKAN TERJADI, TIADA KEKUATAN KECUALI DENGAN PERTOLONGAN ALLAH.”
Wirid diatas cukup dibaca 3 kali atau 7 kali tiap ba’da sholat fardhu. Insya Allah berfaedah antara lain untuk : membuka tabir khusyuk, perlindungan/benteng keselamatan (dari berbagai serangan baik halus maupun kasar), ketabahan/ketegaran, kerejekian, mempercepat/memudahkan dikabulkannya suatu hajat, pengobatan penyakit (baik medis maupun non medis), dan lain-lainnya.
Khusus untuk pengobatan wirid tersebut dibacakan 100 kali pada segelas air putih (jika ada air zam-zam lebih baik), dan sebelumnya melakukan sholat hajat 2 rakaat pada sepertiga malam, setelah itu dilanjutkan dengan tawassul (tawassulnya yang umum saja/yang sering dibaca oleh pengamalnya), membaca Al-Fatihah 7 kali, Al-Ikhlas 7 kali, Al-Falaq 7 kali, An-Naas 7 kali, Ayat Kursi 7 kali, setelah itu baca wiridnya 100 kali. Lalu airnya diminumkan kepada pasien yang sakit. Amalkan cara ini selama 7 hari berturut-turut.
Selamat mengamalkan bagi yang mau. Tujukan semua ini hanya untuk beribadah dengan ikhlas, sabar, yakin, dan istiqomah semata-mata kepada Allah SWT. Pasrahkan saja hasil seluruh amal dan ibadah lahir serta bathin kita kepada Allah SWT. Niscaya curahan rahmat, hidayah, inayah, karunia, dan ridho-NYA akan selalu menyertai kita semua. Aamiin Yaa Robbal Alamiin. Wass.Wr.Wb.
 
 
Blogger Templates